KALIMANTANLIVE.COM – Di Indonesia, penyakit hepatitis misterius atau hepatitia akut dilaporkan telah menyerang tiga anak hingga meninggal dunia.
Selain di Tanah Air, penyakit hepatitis misterius yang menular lewat pencernaan dan saluran pernapasan ini juga tengah melanda dunia.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini sedang melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab penyakit tersebut.
# Baca Juga :Waspadai Hepatitis Akut, 114 Orang di Jatim Suspect Jaundice, Dinkes: Terapkan PHBS
# Baca Juga :Guru Besar UI Sebut Kasus Diduga Hepatitis Akut Bertambah di Indonesia
# Baca Juga :Hepatitis Akut Mengancam Jiwa Anak-anak, Wali Kota Banjarmasin Ingatkan Jangan Panik
# Baca Juga :Kasus Hepatitis Misterius Makin Meluas, Terdeteksi 228 Kasus di 20 Negara, Perhatikan Gejalanya!
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI Hanifah Oswari menyebut dugaan awal penyebab penyakit ini adalah Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV, dan lain-lain.
Hanifah menyarankan para orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan sejumlah tindakan pencegahan. Langkah awal mencegah hepatitis adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang,” kata Hanifah Oswari dalam keterangan resmi, Kamis (5/5).
“Tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain, serta menghindari kontak anak-anak dari orang sakit agar tetap sehat.”
Selain itu, mencegah penularan hepatitis misterius melalui saluran pernapasan bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.
Gejala Hepatitis Misterius
Hanifah menjelaskan secara umum gejala awal penyakit hepatitis misterius adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.
Gejala kemudian akan semakin berat, seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna gelap.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala-gejala tersebut.
“Bawa lah anak-anak kita ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan,” ujar Hanifah.










