KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah unggahan video memperlihatkan seorang pria asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, tengah menginjak Alquran dengan sengaja.
Video yang menggemparkan itu mendapat perhatian ribuan netizen dan menjadi viral di media sosial facebook.
Video berdurasi 14 detik yang disertai dengan tantangan kepada seluruh umat Islam tersebut diunggah pertama kali oleh pelaku melalui akun Facebook-nya.
# Baca Juga :VIRAL Warga Jepara Klaim Bangun Jembatan Pakai Duit Sendiri Rp3,7 M, Bupati & Ganjar Pura-pura Tidak Tahu
# Baca Juga :VIRAL Video Pengendara Motor Hadang Mobil di Jakarta Barat, Polisi: Bukan Perampokan Tapi Soal Foto-foto
# Baca Juga :VIRAL, Video Penumpang Diduga Tertipu Bus Saat Mudik, Dioper-oper, Padahal Beli Tiket Rp 450.000
# Baca Juga :MARAH Ditagih E-Parking, Pria Ini Ancam Patahkan Leher Wali Kota Medan Bobby Nasution, Viral di Medsos
“Saya atas nama Dika Eka dengan sadar, saya tantang semua yang beragama muslim,” kata dia dalam video, sebagaimana dilansir dari unggahan akun Facebook ini, Rabu (4/5/2022) malam.
Tak lama setelah viral, polisi pun membekuk DER (25) pria dalam video beserta istri SR (24), lantaran dianggap melakukan penistaan agama.
“Keduanya kami tangkap pada Kamis (5/5/2022) di wilayah Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat sedang berwisata ke Palabuhanratu,” tutur Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin, Kamis (5/5/2022), dikutip dari KompasTV.
MUI apresiasi kinerja kepolisian
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas memberikan apresiasi kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota atas keberhasilan menangkap pria yang sengaja menginjak Al Quran.
“MUI mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian terutama Kapolres Sukabumi Kota yang telah berhasil menangkap laki-laki yang dengan pongahnya menginjak-injak Alquran,” kata dia dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (6/5/2022).
Anwar mengatakan, tindakan pria berinisal DER merupakan perbuatan yang sangat tercela dikarenakan merendahkan Kitab Suci Alquran.
Selain itu, perbuatan tersebut juga bisa menimbulkan kegaduhan, kemarahan, dan kerusuhan yang meluas di antara masyarakat.







