Prrsiapan Haul ke 216 Datuk Kalampayan, BPBD Kalsel Buka Dapur Umum Siapkan Nasi Goreng

MARTAPURA, kalimantanlive.com – Masjid Tuhfaturragibin menjadi tempat peringatan haul ke 216 Datuk Kalampayan, Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 09.00 Wita.

BPBD Kalsel mendirikan dapur umum andil menyiapkan konsumsi nasi goreng sebanyak 500 bungkus untuk para relawan.

Sejumlah relawan pun sibuk menghiasi ruang induk Masjid Tuhfaturragibin, lokasi acara peringatan haul Datuk Kalampayan atau Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Lokasinya berada di Jalan Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Relawan juga menyiapkan jalur evakuasi dan pengaturan kantong parkir kendaraan.

BACA JUGA: Libur Lebaran Idul Fitri 1443 H, Warung Ketuupat di HSS Kebanjiran Pembeli

Petugas dapur umum menyiapkan bahan konsumsi jamaah yang hadir berupa nasi Samin yang dimasak sekitar pukul 03.00 Wita, dinihari.

Salahsatu zuriyat Datuk Kalampayan, H Fauzan Asniah mengimbau agar para muhibbin yang datang tetap menaati protokol kesehatan selama acara berlangsung.

Pengawai pada Kantor Pengadilan Agama Kota Banjarbaru itu mengatakan bangga karena memiliki Datuk yang menjadi tonggak sejarah di Kalimantan dan Kalimantan Selatan khususnya.

“Datuk lah yang menuntun dan menjadikan warga muslim di Kalsel menjadi ahli sunnah wal jamaah,” katanya ditemui reporter, Jumat (6/5/2022) malam.

Sekretaris MUI Kabupaten Banjar itu menjelaskan di masa Kesultanan Banjar, datuknya andil menyusun Fatwa hingga menjadi Undang- Undang Sultan Adam, diantara isinya agar diberi sanksi bagi kaum muslim yang tidak melaksanakan salat Jumat.

BACA JUGA: Pemuda Asal Brebes Ditemukan Tewas Tergantung dengan Tangan Terikat di Sulsel, Polisi Berjaga

Datuk Kalampayan memiliki rasa tanggung terhadap umat Islam di kala itu sehingga mengajarkan dan mendakwahkan ilmu pengetahuan agama Islam.

Zuriyat kedelapan Datuk Kalampayan itu, mengaku ada kebanggaan dengan diangkatnya Datuknya sebagai pahlawan nasional.

Namun, kiprah Datuk ini bukan hanya level nasional saja, tetapi level Asia Tenggara karena karya tulisnya seperti Kitab Sabilal Muhtadin dan Kitab Tuhfaturragibin menjadi rujukan ulama di Asia Tenggara.

Editor: M Khaitami
Sumber: Banjarmasinpost.co.id