TAIPEI, KALIMANTANLIVE.COM – Seperti konflik Rusia dan Ukraina, Taiwan hidup di bawah ancaman invasi terus-menerus oleh Beijing.
Seperti Jumat (6/5/2022) kemarin, China mengirim 18 pesawat tempur, termasuk pesawat tempur dan pembom, ke zona pertahanan udara Taiwan.
Perbuatan China itu mendorong angkatan udara Taiwan untuk mengerahkan jet sebagai tanggapan atas serangan terbesar kedua sejauh tahun ini.
# Baca Juga :AS Embargo Energi Rusia, Harga Batubara Acuan April Naik 41 Persen Jadi 288,40 Dolar AS Per Ton
# Baca Juga :AS-Eropa Akan Jatuhkan Sanksi ke Rusia, Korban Sipil Ukraina Semakin Bertambah
# Baca Juga :Data Pribadi 12.000 Tentara Rusia yang Serang Ukraina Dibocorkan Peretas di Twitter
# Baca Juga :Ramadhan 1443 H, Daftar Negara yang Berpuasa Hari Ini, Sabtu 2 April : dari Arab Saudi, Rusia, hingga AS
Kementerian pertahanan Taipei mengatakan pesawat China menyeberang ke zona pertahanan udara pulau itu pada Jumat (6/5/2022).
Aksi itu memaksa pesawat tempur Taiwan berpencar dan mengaktifkan sistem rudal pertahanan udara untuk melacak pesawat China.
Taiwan, yang diklaim oleh China sebagai wilayahnya sendiri, telah mengeluhkan misi serupa yang berulang kali dilakukan oleh pesawat China, yang telah menjadi hal biasa selama dua tahun terakhir ini.
Tidak ada komentar langsung dari Kementerian Pertahanan China menurut laporan Al Jazeera pada Jumat (16/5/2022).
China menggambarkan serangan sebelumnya sebagai misi untuk mempertahankan kedaulatan negara, dan untuk melawan “kolusi” Taiwan dengan pasukan asing, referensi terselubung untuk dukungan AS untuk Taipei.
Pemerintah di Taipei saat ini dalam keadaan siaga tinggi, karena kekhawatiran bahwa China dapat menggunakan invasi Rusia ke Ukraina untuk membuat langkah militer serupa di pulau itu.
Namun pihak berwenang sejauh ini belum melaporkan tanda-tanda apa pun bahwa Beijing akan menyerang.
Serangan Jumat (6/5/2022) adalah yang terbesar kedua tahun ini, setelah 39 pesawat tempur memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan pada 23 Januari, menurut angka yang dikumpulkan oleh kantor berita AFP.
Zona identifikasi terpisah dari wilayah udara Taiwan, karena zona pertahanan udara mencakup area yang lebih luas yang dipatroli Taiwan, sebagai sarana untuk memberi pulau itu lebih banyak waktu menanggapi setiap ancaman oleh China.







