VIRAL Kerusuhan di Blora, Polisi Ungkap Penyebab dari Minuman Keras hingga Keseruan Dangdutan

BLORA, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah postingan yang memperlihatkan aksi kerusuhan yang terjadi di Desa Prigi, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial.

Sejumlah netizen memberikan komentar berbeda dari aksi kerusuhan yang dilakukan sejumlah remaja tersebut.

Kapolres Blora, AKBP Aan Hardiansyah menyebut, dugaan sementara penyebab kerusuhan tersebut karena mabuk minuman keras.

# Baca Juga :VIRAL Suami Istri Unggah Video Injak Alquran dan Tantang Muslim, MUI: Terima Kasih Polisi

# Baca Juga :VIRAL Warga Jepara Klaim Bangun Jembatan Pakai Duit Sendiri Rp3,7 M, Bupati & Ganjar Pura-pura Tidak Tahu

# Baca Juga :VIRAL Video Pengendara Motor Hadang Mobil di Jakarta Barat, Polisi: Bukan Perampokan Tapi Soal Foto-foto

# Baca Juga :VIRAL, Video Penumpang Diduga Tertipu Bus Saat Mudik, Dioper-oper, Padahal Beli Tiket Rp 450.000

“Untuk penyebabnya hampir secara umum karena minuman keras sehingga proses dangdutan itu hampir terjadi gelut atau perkelahian,” ucap Aan, saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Blora, pada Senin (9/5/2022).

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (7/5/2022) malam lalu juga tidak ada pemberitahuan jauh-jauh hari kepada pihak kepolisian.

Pemberitahuan adanya aksi keramaian juga baru dilakukan oleh pihak penyelenggara beberapa jam jelang pagelaran musik dangdut dilangsungkan.

“Sebab, informasi awal yang kami terima, bahwa dengan sengaja menutupi kegiatan tersebut dan melaporkannya itu mendadak, jadi pelaksanaan malam, informasi dilaporkan ke polsek mendadak,” kata dia.

Lebih lanjut, eks Kapolres Morotai tersebut juga mengingatkan agar masyarakat yang ingin melakukan aksi keramaian perlu meminta izin kepada pihak kepolisian.

“Namun, yang perlu digarisbawahi dalam pelaksanaan izin keramaian sebagaimana diatur dalam Pasal 510 KUHP bahwa wajib untuk meminta izin keramaian kepada pihak kepolisian guna ditunjuk personel untuk melakukan pengamanan kegiatan masyarakat di lokasi tersebut agar kondusivitas tetap terjaga,” terang dia.

Diberitakan sebelumnya, dalam video amatir yang berdurasi 49 detik tersebut memperlihatkan sekelompok masyarakat yang berhamburan yang diselingi suara tembakan peringatan dari pihak kepolisian.

Untuk dugaan sementara, aksi kerusuhan yang terjadi seyogyanya merupakan acara halal bihalal dengan menggelar pagelaran musik dangdutan.

editor : NMD
sumber : kompas.com