Akuisisi Twitter Final, Elon Musk Bakal Buka Blokir Akun Trump, Ini Alasannya

KALIMANTANLIVE.COM – Apabila akuisisi platform sosial media global Twitter berhasil, Elon Musk berjanji akan mencabut larangan Twitter terhadap mantan presiden AS Donald Trump.

“Saya akan membatalkan larangan permanen,” kata pendiri Tesla itu dalam konferensi Financial Times yang dikutip dari AFP, Rabu (11/5/2022).

Meski demikian, Musk mengingatkan bahwa ia belum memiliki Twitter. Artinya, pencabutan larangan itu belum tentu terjadi.

# Baca Juga :Rogoh Kocek Rp634 Triliun, Elon Musk Resmi Beli Twitter

# Baca Juga :Setelah Resmi Dibeli Rp 634 Triliun, Elon Musk Ganti Twitter Bukan Lagi Perusahaan Publik

# Baca Juga :Unggah Video di Twitter, Agensi Umumkan BTS Akan Rilis Album Baru Pada 10 Juni

# Baca Juga :Ceo Tesla Elon Musk ‘Rombak’ Kebebasan Berbicara Setelah Beli Saham Twitter Senilai Rp 41,7 triliun

Saat ini, proses akuisisi Twitter senilai $44 miliar masih harus mendapat dukungan dari pemegang saham dan regulator.

Namun, ia telah menyuarakan bakal mengurangi moderasi konten dan memberi “time-out” terhadap larangan.

“Saya pikir, tidak benar untuk melarang Donald Trump,” ujarn Musk.

Musk mengklaim pemikirannya sama dengan salah satu pendiri Twitter Jack Dorsey.

Menurutnya larangan hanya perlu diberlakukan untuk akun spam, penipuan, atau dijalankan oleh “bot” perangkat lunak.

Namun, sambungnya, tidak berarti seseorang dapat mengatakan apa pun yang ingin mereka katakan.

“Jika mereka mengatakan sesuatu yang ilegal atau hanya merusak dunia, maka mungkin harus ada batas waktu, penangguhan sementara, atau tweet tertentu harus dibuat tidak terlihat atau memiliki daya tarik yang sangat terbatas.”

Musk bersikeras, bagaimanapun, bahwa dia merasa larangan permanen adalah “keputusan yang buruk secara moral” yang merusak kepercayaan terhadap Twitter sebagai alun-alun kota online di mana semua orang dapat didengar.

Ia mencatat Trump sudah secara terbuka menyatakan tidak akan kembali ke Twitter jika diizinkan.

News Feed