BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Sudah dua pekan sejak Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerbitkan larangan ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng pada Kamis, 28 April 2022 lalu. Namun, faktanya harga minyak goreng masih mahal.
Padahal target Kementerian Perdagangan atau Kemendag bahwa minyak goreng curah diturunkan menjadi Rp14.000 mulai Selasa 10 Mei 2022, namun belum diikuti penurunan terhadap minyak goreng kemasan.
Harga minyak goreng kemasan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan belum ada perubahan, masih harga semula yang mereka jual, hal itu seperti pantauan di beberapa toko ritel modern di Kota Seribu Sungai, Kamis (12/5/2022).
# Baca Juga :UPDATE Harga Minyak Goreng Kamis 5 Mei 2022: Sania, Tropical, hingga Bimoli
# Baca Juga :Sampai Kapan Jokowi Melarangan Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng?
# Baca Juga :INGAT! Mulai Malam Ini Pukul 00.00, Pemerintah Larang Ekspor Minyak Goreng
# Baca Juga :Tak Lagi Kemendag, Sekarang Pemerintah Tugaskan Bulog Distribusikan Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu Per Liter
Hendra, konsumen di toko ritel, mengatakan, ia dapat info dari internet soal penurunan harga minyak goreng dan mencoba belanja ke toko ritel dengan harapan ada penurunan untuk minyak goreng kemasan.
“Ternyata belum ada penurunan harga untuk yang kemasan. Kalau turun kan lumayan untuk mengurangi biaya, apalagi istri saya jualan kerupuk,” tandasnya.
Dikatakan Rizal Kepala Toko Alfamart Jl Ahmad Yani, Banjarmasin, sampai saat ini ia belum mendapat informasi dan perintah dari atasan soal harga minyak goreng.
“Saat ini hanya ada tiga merek yang dijual di toko kami. Adapun mengenai masyarakat yang belanja ke sini belum ada yang bertanya soal harga minyak goreng sebagaimana berita tersebut,” jelasnya.
Sementara itu dikatakan Sukron Dev BmS dari Indomaret, menyimak pemberitaan yang ada, bahwa migor curah yang diturunkan, sedangkan yang kemasan belum ada informasi.
“Kalau ada harga migor kemasan yang diturunkan, kami siap aja mengikuti,” tandasnya.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







