Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku Hewan? Mungkinkah PMK Menular ke Manusia?

KALIMANTANLIVE.COM – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK mulai dilaporkan pada bulan Mei 2022 di Jawa Timur dan Aceh.

Adanya laporan merebaknya wabah PMK seperti dikutip di kompas.com Kamis (12/5/2022) lalu sudah membuat resah peternak dan masyarakat.

# Baca Juga :Hongkong Temukan Virus Corona di Kemasan Daging Beku Impor Asal Brazil dan Polandia

# Baca Juga :Jepang Buat Masker yang Bercahaya saat Virus Covid-19 Nempel, Pengujian Lewat Burung Unta

# Baca Juga :Khawatirkan Penyebaran Virus Corona Omicron, Google Tunda Lagi Kewajiban Kerja di Kantor

# Baca Juga :FAKTA Varian Baru Covid-19 Omicron, 500 Persen Lebih Menular, Epidemiolog Banding dengan Virus Corona Awal

Data terakhir, ada 1.247 hewan ternak di daerah Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto dan Aceh Tamiang dilaporkan terinfeksi PKM ini.

“Sementara ini (PMK diketahui) juga sudah menyebar ke daerah lain, info yang diterima Yogyakarta, Lombok Tengah dan Lombok Timur dan Jawa Barat,” kata Munawaroh kepada Kompas.com, Kamis (12/5/2022).

Apakah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)?

Dilansir dari laman Pemerintah Kabupaten Pacitan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mout Desease (FMD) merupakan penyakit hewan yang bersifat akut.

PMK dikenal menyerang hewan berkuku genap termasuk sapi, kerbau, kambing dan domba yang biasanya diternakkan oleh masyarakat.

Penyakit Mulut dan Kuku disebabkan oleh virus tipe A dari famili Picornaviridae dengan genus Apthovirus.

Gejala yang terlihat dari hewan yang tertular Penyakit Mulut dan Kuku antara lain demam tinggi, hipersalivasi, lepuh pada lidah dan mulut, pincang, dan diakhiri dengan lepasnya kuku yang menyebabkan hewan susah berdiri.

Penyakit ini menular dengan cepat dengan cara kontak langsung, terbawa oleh manusia, menular dari peralatan ternak atau kandang, dan melalui angin di daerah beriklim khusus.

News Feed