Saat Kacab Money Changer di Kalbar Bikin Rekayasa Perampokan Kantornya, Ternyata Dia Pelakunya

SINGKAWANG, KALIMANTANLIVE.COM – JD, Kepala Cabang di Kantor Money Changer telah merekayasa aksi perampokan di kantornya lalu melaporkannya ke Polres Singkawang.

Perampokan Money Changer atau tempat menukar uang di Kota Singkawang, Kalbar ini pun akhirnya terbongkar.

Pelakunya yang tak lain adalah sang Kepala Cabang di Kantor Money Changer.

# Baca Juga :VIRAL Video Pengendara Motor Hadang Mobil di Jakarta Barat, Polisi: Bukan Perampokan Tapi Soal Foto-foto

# Baca Juga :Bergaji Rp 60 Juta per Bulan, Pegawai Bank Ini Rampok Bank BJB Fatmawati, Gegara Utang Rp 1,5 M

# Baca Juga :Ketahuan Pakai Airsoft Gun Pelaku Perampokan Langsung Dikeroyok Sekuriti dan Karyawan Bank BJB Jaksel

# Baca Juga :Napi Kabur dari Lapas di Ketapang Berhasil Dibekuk, Polres Ketapang Juga Ungkap Kasus Perampokan yang Viral

“JD merupakan Kepala Cabang di Kantor Money Changer yang justru pertama kali melaporkan aksi perampokan tersebut ke Polres Singkawang,” terang Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo saat konferensi pers pengungkapan kasus Perampokan yang terjadi di kantor Money Changer Singkawang, di Mapolres Singkawang Kamis 12 Mei 2022.

Dari penuturan Kapolres, sebelum ditetapkan sebagai terduga pelaku, awalnya JD melaporkan peristiwa perampokan yang terjadi di kantornya pada Rabu 11 Mei 2022 kemarin sekitar pukul 11.30 WIB Siang.

“Awalnya Kepala Cabang Money Changer tersebut (terduga pelaku) melaporkan ke pihak kepolisian, bahwa sekira pada pikul 11.30 WIB siang kemarin, karyawannya menelpon bahwa Money Changer-nya telah dirampok oleh seorang pria dengan menggunakan senjata tajam,” jelas AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo, Kamis 12 Mei 2022.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres Singkawang kemudian bertindak cepat melakukan penyelidikan, dengan mendatangi TKP, memeriksa CCTV, memeriksa saksi dan lainnya.

Setelah memperoleh berbagai bukti dan mengumpulkan keterangan para saksi, jajaran Polres Singkawang kemudian melakukan analisa.

Analisa tersebut pun berujung pada dugaan keterlibatan orang dalam pada aksi perampokan tersebut.

Kepolisian kemudian melakukan introgasi kepada JD. Tak sampai 24 jam, JD kemudian mengkui aksi perampokan yang ia lakukan di kantornya sendiri tersebut.