KALIMANTANLIVE.COM – Peristiwa matahari tepat di atas Ka’bah yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menverifikasi arah kiblat dan bakal terjadi bulan ini atau Mei 2022.
Penentuan arah kiblat menggunakan metode zenit Ka’bah atau hari tanpa bayangan di Ka’bah dinilai lebih mudah dan akurat.
Peristiwa ini juga disebut sebagai kulminasi agung Mekkah.
Bagi masyarakat yang ingin meluruskan arah kiblat dapat mencocokkan di: http://jam.bmkg.go.id, http://ntp.bmkg.go.id, atau http://time.is.
# Baca Juga :Bintik Matahari Lebih Besar dari Bumi Muncul, Bahayakah Bagi Kehidupan Manusia?
# Baca Juga :MENGERIKAN Letusan Gunung Berapi Tonga Sebabkan Dampak Badai Matahari Parah, Kekuatannya 1000 Kali Bom Hiroshima
# Baca Juga :Tempat Kuliner Baru, Wisata Bujur Matahari di HST Sajikan Menu Tradisional Rumahan
# Baca Juga :DETIK-Detik JELANG Gerhana Matahari 4 Desember 2021 Tinggal Beberapa Jam Lagi, LIVE Streaming di Link YuoTube NASA
Peneliti dari Pusat Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang menjelaskan, posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah terjadi saat tengah hari tidak berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia.
“Kulimnasi agung hanya digunakan di Indonesia bagian barat dan tengah,” ujar Andi saat dihubungi Kompas.com pada 19 Januari lalu.
Ia menambahkan, metode ini memberikan toleransi pengukuran sekitar setengah derajat, sehingga cukup akurat.
Kapan waktu terjadi matahari di atas Ka’bah?
Andi menjabarkan, kulminasi agung atau matahari tepat di atas Ka’bah yang pertama akan terjadi pada 28 Mei 2022 pukul 16.17 WIB atau 17.17 Wita.
Jika cuaca mendukung, pengukuran dapat dilakukan paling cepat 30 menit sebelum dan paling lambat 30 detik setelah kulminasi Ka’bah pada waktu yang telah ditetapkan.
Sedagkan untuk pengukuran di hari yang berbeda, maka dapat dilakukan paling cepat dua hari sebelum dan paling lambat dua hari setelah tanggal kulminasi Ka’bah, dengan jam yang sama.
Berikut cara penentuan verifikasi arah kiblat:
- Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari.
-
Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga memakai benang berbandul.
-
Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG.
-
Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul.
-
Tunggu hingga waktu kulminasi agung tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut.
-
Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garus lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul.
-
Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.
Sebagai informasi, peristiwa kulminasi agung tidak tetap untuk setiap tahunnya dikarenakan gerak semu matahari yang relatif berubah-ubah jika mengacu pada kalender masehi. Tapi, fenomena akan berlangsung dalam rentang 27-28 Mei atau 15-16 Juli, setidaknya sampai tahun 2071 mendatang.
editor : NMD
sumber : kompas.com







