MARABAHAN, kalimantanlive.com – Larangan ekspor sawit menyebabkan anjloknya harga tandan buah segar (TBS) mendatangkan dilema bagi para petani yang menggantungkan hidupnya dari bahan mentah minyak tersebut.
Menyuarakan keresahan mereka, puluhan petani kelapa sawit gelar aksi di Kantor DPRD Barito Kuala, Selasa (17/5/2022).
Aksi yang dimulai sekitar Pukul 10.30 wita ini setidaknya diikuti sekitar 50 orang, terdiri dari petani dan pengepul, serta dikoordinir oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) DPD Batola.
Kedatangan massa ini membawa sejumlah spanduk tuntutan, angkutan bermuatan sawit serta pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Tarzan di Gunung Walat, Ternyata Pelaku Pembunuhan Seorang Janda di Sukabumi
Disampaikan Darmono, koordinator aksi, pihaknya menyampaikan keprihatinan petani sawit dan masyarakat yang terlibat dalam usaha ini.
Dimana saat ini kebijakan larangan ekspor CPO mengakibatkan sejumlah perusahaan yang membeli TBS sesuka hati menurunkan harga.
“Kami berharap pada pemangku kebijakan, pejabat dan wakil rakyat bisa menyuarakan keluh kesah masyarakat petani sawit di Batola,” terangnya dalam aksi.
Sementara itu, aksi massa ini sendiri disambut langsung oleh Ketua DPRD Batola, Saleh bersama jajarannya dari Komisi III.
Pihaknya pun memperkenankan sepuluh orang perwakilan untuk audiensi untuk menyampaikan sejumlah tuntutan lebih spesifik.
Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id







