KALIMANTANLIVE.COM – Kabut pasir pekat membuat gedung-gedung ikonik di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi termasuk Pusat Kerajaan hampir mustahil dilihat dari jarak lebih dari beberapa ratus meter.
Pada Selasa (17/5/2022) kemarin, badai pasir melanda Riyadh, dan wilayah lain di kerajaan itu hingga menghambat jarak pandang dan memperlambat lalu lintas.
# Baca Juga :MENGERIKAN Letusan Gunung Berapi Tonga Sebabkan Dampak Badai Matahari Parah, Kekuatannya 1000 Kali Bom Hiroshima
# Baca Juga :Korban Tewas Sudah 150 Orang, Badai di Petropolis Brazil Akibatkan Banjir dan Longsor
# Baca Juga :BADAI Covid-19 di Liga 1 2021-2022: 68 Pemain Positif, 12 Tim Terdampak, 1 Laga Terpaksa Ditunda
“Angin debu di permukaan timur negara dan di Riyadh akan berlangsung dalam beberapa waktu, mengurangi pandangan horizontal,” kata Pusat Meteorologi Saudi melalui pernyataan di kantor berita resmi Saudi Press Agency pada Selasa (17/5).
Kondisi kabut debu juga diperkirakan akan menerjang wilayah di barat Saudi, termasuk Mekah dan Madinah, menurut perkiraan. Hal ini dapat menghambat para jemaah yang tengah melaksanakan ibadah umrah.
Rambu-rambu elektronik di sepanjang jalan raya Riyadh menyala demi memperingatkan setiap pengemudi untuk mengurangi kecepatan mereka karena jarak pandang yang buruk.
Di pusat kota Riyadh, mobil dan bangunan berlapis pasir, dan penduduk berjuang membersihkan butiran debu dan pasir yang menyelimuti rumah mereka.
“Bekerja di luar sangat sulit karena tanahnya kotor,” kata seorang pekerja konstruksi Pakistan yang bernama Kalimullah kepada AFP.
“Saya mencoba mencuci muka dari waktu ke waktu,” tambah pria berusia 30 tahun itu, melilitkan selembar kain di wajahnya mencegah pasir masuk.
Sementara itu, pekerja kantor Saudi Abdullah Al-Otaibi mengatakan dia bersyukur dapat bekerja di dalam ruangan.
“Badai debu adalah bagian dari budaya kami dan kami sudah terbiasa, tetapi beberapa di antaranya parah,” kata Al-Otaibi, 39, menggosok matanya saat dia bergegas ke gedung kantornya.







