MAKASSAR, KALIMANTANLIVE.COM – Seorang warga Sulawesi Selatan berinisial E (39) yang dianggap sorang dukun, menjadi korban penganiayaan serta rumahnya dirusak puluhan orang.
Hal itu lantaran korban dituding menjadi dalang kematian pasangan suami istri yakni, Samani (58) dan Bulaeng (58) akibat dijadikan tumbal oleh E.
Karena tak terima rumah dirusak dan dianiaya, E telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
# Baca Juga :Pasutri Tewas di Rumah Dukun di Sulsel, Warga Ngamuk Lakukan Penganiayaan Pakai Sajam hingga Keluarkan Pistol
# Baca Juga :RICUH, Demo Pemekaran Papua di Nabire Makan Korban, 5 Polisi dan 2 Warga Terluka Dianiaya dan Diempari Batu
# Baca Juga :VIRAL Video Seorang Pria di Bandung Dianiaya Kemudian Dilindas Pelaku dengan Sepeda Motor Lalu Ditinggalkan
# Baca Juga :VIRAL Video Mahasiswi dan Ibunya di Garut Disekap dan Dianiaya 3 Pria, Korban Rekam Detik-detik Menegangkan
Tudingan pihak keluarga tersebut dibantah E bahwa dirinya pada tanggal 14 Mei menerima rombongan keluarga Samani.
Kedatangannya untuk berobat, namun saat berada di depan rumahnya, Samani tiba-tiba muntah darah lalu beberapa saat kemudian meninggal dunia.
“Pas teras rumah langsung meninggal dunia. Jadi saya suruh bawah masuk ke dalam rumah. Belum saya apa-apai,” kata E yang saat ini masih dirawat di rumah sakit di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (17/5).
Saat berada di rumahnya, kata E, pihak keluarga melihat istrinya mengambilkan air di dapur lalu diberikan ke Samani yang saat itu diduga sudah meninggal dunia setelah muntah darah.
“Istrinya masuk ke dalam ambil air lalu diberikan minum. Mereka lihat istrinya yang ambilkan air. tidak ada pengobatan saat itu. Keluarganya saat itu kondisinya baik-baik saja dan berterima kasih, karena sudah rawat orang tuanya dan beruntung meninggal di rumah saya bukan di jalan, begitu katanya,” ungkapnya.
Setelah kejadian itu, istri almarhum meninggal dunia pada Senin 16 Mei kemarin, berselang suaminya meninggal lebih dulu di halaman rumah E.
Sehingga pihak keluarga dan kerabat mengamuk dan menuding bahwa E telah menjadikan orang tuanya sebagai tumbal.
“Katanya tadi dia mau bawa massa karena mamanya meninggal, katanya saya jadikan tumbal orang tuanya. buktinya di mana, karena biar air minum saya tidak bikinkan,” bebernya.









