Tujuannya “untuk memastikan bahwa kami memberikan pertahanan dan pencegahan kepada sekutu kami di kawasan itu, dan bahwa kami menanggapi setiap provokasi Korea Utara”
Sebelumnya, para pejabat AS dan Korea Selatan mengatakan Korea Utara tampaknya bersiap untuk menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) menjelang perjalanan Biden ke Korea Selatan, bahkan ketika negara itu memerangi wabah besar Covid-19.
Wakil Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan Kim Tae-hyo mengatakan tes semacam itu tampaknya sudah bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Seorang pejabat AS mengatakan itu bisa terjadi secepat-cepatnya Kamis (19/5/2022) atau Jumat (20/5/2022).
Kim Tae-hyo mengatakan “Rencana B” telah disiapkan jika terjadi “provokasi” kecil atau besar Korea Utara, yang dapat melibatkan perubahan jadwal KTT.
Kebuntuan denuklirisasi
Uji coba senjata dapat menutupi fokus perjalanan Biden yang lebih luas pada China, perdagangan, dan masalah regional lainnya.
Itu juga bisa menunjukkan kurangnya kemajuan dalam pembicaraan denuklirisasi dengan Korea Utara, meskipun pemerintahannya berjanji memecahkan kebuntuan dengan pendekatan praktis.
Korea Utara telah melakukan uji coba rudal berulang kali sejak Biden menjabat tahun lalu dan tahun ini melanjutkan peluncuran ICBM untuk pertama kalinya sejak 2017.
Setelah setiap peluncuran, Washington mendesak Korea Utara untuk kembali berdialog, tetapi tidak ada tanggapan.
Sementara itu, upaya AS untuk mendorong sanksi internasional yang lebih keras telah mendapat perlawanan dari Rusia dan China.
Analis mengatakan pandangan China tentang sanksi mungkin berubah dengan uji coba nuklir lainnya, tapi dukungan Rusia tampaknya tidak mungkin. Hal itu mengingat kampanye sanksi yang dipimpin AS atas intervensi Rusia di Ukraina.
Yoon diharapkan untuk mencari jaminan yang lebih besar dari Biden. Washington akan diharap memperkuat “ sistem pencegahannya” terhadap Korea Utara – referensi untuk perlindungan senjata nuklir AS bagi sekutunya.
Pemerintahan Yoon telah meminta Washington untuk menempatkan lebih banyak “aset strategis” berkemampuan nuklir, seperti pengebom jarak jauh, kapal selam, dan kapal induk di wilayah tersebut.
Kim mengatakan kemungkinan Korea Utara melakukan uji coba nuklir akhir pekan ini tampak rendah, tetapi jika melakukan provokasi besar, aset tersebut siap untuk dimobilisasi.
Uji coba nuklir dapat memperumit upaya internasional untuk menawarkan bantuan kepada Pyongyang untuk menangani krisis Covid-nya.
Yoon telah menawarkan untuk membantu Korea Utara dengan masalah ini, dan analis mengharapkan Biden untuk mendukung upaya ini, meski pemerintahannya mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengirim vaksin langsung ke Korea Utara.
editor : NMD
sumber : kompas.com







