KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membandingkan suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia dan negara India, sekaligus membeberkan penyebabnya.
Pasalnya, suhu panas tinggi terjadi di sejumlah negara seperti di Indonesia dan India dalam beberapa waktu terakhir,
Dengan kondisi ekstrem ini membuat sejumlah ahli lokal tertarik membandingkannya.
# Baca Juga :BANJARMASIN Bakal Hujan Disertai Petir, BMKG Perkirakan 33 Kota di Indonesia Hari Ini Rata-rata Hujan
# Baca Juga :BMKG Prediksi Kalsel Bakal Diguyur Hujan, Prakiraan Cuaca di Indonesia Hari Ini Selasa 17 Mei 2022
# Baca Juga :Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 21 Wilayah, BMKG Rilis Peringatan Dini Jumat, 13 Mei 2022
# Baca Juga :BMKG Sebut Cuaca Panas Terik di Indonesia Bukan Gelombang Panas, Ini Penjelasannya
Suhu udara panas dan sumuk dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Indonesia sejak awal Mei 2022.
Kondisi itu membuat sebagian masyarakat mengaitkannya dengan gelombang panas yang terjadi di India dalam waktu yang bersamaan.
Dari catatan data BMKG, pada periode tersebut setidaknya 2 hingga 8 stasiun cuaca BMKG melaporkan suhu udara maximum di atas 35 derajat celcius.
Stasiun cuaca Kalimaru (Kaltim) dan Ciputat (Banten) bahkan mencatat suhu maksimum sekitar 36 derajat celcius berurutan selama beberapa hari.
Meski begitu, BMKG memastikan suhu panas di Indonesia tidak masuk dalam kategori gelombang panas seperti di India.
“Kejadian suhu panas di Indonesia tidak dikategorikan sebagai gelombang panas seperti di India karena tidak memenuhi definisi kejadian ekstrim meteorologis oleh Badan Meteorologi Dunia (WMO) yaitu anomali lebih panas 5 derajat dari rerata klimatologis suhu maksimum di suatu lokasi dan setidaknya sudah berlangsung dalam 5 hari,” ucap Plt. Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko dalam rilis BMKG.
Dijelaskan BMKG, gelombang panas umumnya juga terjadi dalam cakupan yang luas yang diakibatkan oleh sirkulasi cuaca tertentu sehingga menimbulkan penumpukan massa udara panas. Sebab itu, suhu panas yang terjadi dianggap sebagai hal yang wajar.









