Cacar monyet juga telah dilaporkan pada pelancong dari Nigeria ke Israel pada September 2018, ke Inggris pada September 2018, Desember 2019, Mei 2021 dan Mei 2022, ke Singapura pada Mei 2019, dan ke Amerika Serikat pada bulan Juli dan November 2021.
Pada Mei 2022, beberapa kasus cacar monyet diidentifikasi di beberapa negara non-endemik.
Pencegahan
Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus monkeypox:
- Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi sarang virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
-
Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
-
Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
-
Lakukan kebersihan tangan yang baik setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
Misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
- Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien.
Negara-negara yang Melaporkan Kasus Cacar Monyet
Kasus cacar monyet atau monkeypox, baru-baru ini tengah menjadi perhatian publik setelah sejumlah negara melaporkan adanya kasus tersebut.
Dikutip dari NYTimes, virus cacar monyet merupakan virus yang awalnya ditemukan tahun 1958 usai adanya wabah pada monyet yang dipelihara untuk penelitian.
Penyakit virus ini langka namun berpotensi menjadi serius.
Dimulai dengan gejala seperti flu dan pembengkakan kelenjar getah bening yang kemudian berkembang menjadi ruam.
Dikutip dari CNBC, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa wabah cacar monyet yang terjadi baru-baru ini adalah hal yang tidak biasa.
Hal ini karena cacar monyet terjadi di negara-negara di mana virus tidak endemic. WHO mengatakan kemungkinan ke depan kasus akan meluas.
Saat ini WHO telah mengonfirmasi sekitar 80 kasus yang dilaporkan di 11 negara.
Berikut ini sejumlah negara yang melaporkan adanya kasus cacar monyet:
1. Jerman
Dikutip dari DW, Institut Mikrobiologi Bundeswehr Jerman menyampaikan kasus pertama Jerman didaftarkan pada Kamis (19/5/2022).
Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach menyebut hanya masalah waktu kasus cacar monyet ditemukan di Jerman.
Namun ia menyatakan keyakinannya bahwa wabah cacar monyet akan bisa diatasi saat tindakan diambil dengan cepat.










