KALIMANTANLIVE.COM – Kasus cacar monyet atau monkeypox, baru-baru ini tengah menjadi perhatian publik setelah sejumlah negara melaporkan adanya kasus tersebut.
Dikutip dari NYTimes, virus cacar monyet merupakan virus yang awalnya ditemukan tahun 1958 usai adanya wabah pada monyet yang dipelihara untuk penelitian.
Saat ini, cacar monyet tengah menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO).
# Baca Juga :Hongkong Temukan Virus Corona di Kemasan Daging Beku Impor Asal Brazil dan Polandia
# Baca Juga :Jepang Buat Masker yang Bercahaya saat Virus Covid-19 Nempel, Pengujian Lewat Burung Unta
# Baca Juga :Khawatirkan Penyebaran Virus Corona Omicron, Google Tunda Lagi Kewajiban Kerja di Kantor
# Baca Juga :FAKTA Varian Baru Covid-19 Omicron, 500 Persen Lebih Menular, Epidemiolog Banding dengan Virus Corona Awal
Penyebabnya, beberapa negara seperti Inggris, Spanyol, Kanada, Amerika Serikat, hingga Australia, telah melaporkan adanya kasus cacar monyet ini.
Lihat saja di Inggris, sebanyak sembilan orang terkonfirmasi telah terjangkit virus monkeypox.
Sedangkan di Australia pada Jumat (20/5/2022), melaporkan adanya warga yang positif cacar monyet.
Lantas, apa itu monkeypox atau cacar monyet?
Apakah sama dengan cacar yang biasa terjadi di manusia?
Berikut fakta-fakta tentang monkeypox atau cacar monyet, yang dikutip Tribunnews.com dari NDTV:
1. Mirip dengan Cacar Manusia
Monkeypox adalah infeksi virus langka yang mirip dengan cacar manusia.
Virus monkeypox atau cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958 pada monyet yang dipelihara untuk penelitian.
Kasus cacar monyet pertama kali terjadi pada manusia pada tahun 1970.










