Boban secara terbuka mengkritik pendekatan Gazidis kepada Rangnick. Atas aksinya itu, Boban lantas didepak dari manajemen Milan per Maret 2020
Baru-baru ini, Maldini mengaku dirinya sempat ingin ikut pergi menyusul Boban meninggalkan manajemen Milan kala itu. Beruntung buat Milan, Maldini bertahan dan meneruskan kolaborasinya dengan Ricky Massara, sang Direktur Olahraga.
Riak perselisihan tadi justru membuktikan ketajaman intuisi dari Maldini yang bekerja beriringan bersama Boban serta Massara.
Pioli akhirnya dipertahankan dan sejak kompetisi Serie A 2019-2020 dimulai lagi setelah periode lockdown akibat pandemi Covid-19, AC Milan asuhan Pioli tampil trengginas selama sisa musim.
Performa Milan terus melejit hingga akhirnya mampu finis di peringkat dua dan meraih tiket ke Liga Champions pada Serie A 2020-2021, lalu kini jadi juara Liga Italia 2021-2022.
Maldini juga berjasa menciptakan kestabilan di tubuh AC Milan via perekrutan Zlatan Ibrahimovic serta Simon Kjaer pada Januari 2020.
Ketika Ivan Gazidis begitu mantap soal proyek pemain muda Milan, Maldini datang dengan saran soal pentingnya keberadaan seorang veteran.
Kekalahan telak 0-5 dari Atalanta pada 22 Desember 2019 menjadi pelatuk yang melontarkan peluru saran Maldini menuju realisasi.
Kala itu, Milan yang didominasi muka-muka belia seperti kehilangan arah dan butuh seorang figur yang mampu menyerap semua tekanan itu dari pundak mereka.
Kepemimpinan dan Cinta Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic menjadi sosok yang tepat untuk memandu talenta belia AC Milan.
Sorot media segera berpindah ke arahnya, sehingga daun-daun muda Rossoneri bisa bertumbuh tanpa gangguan.
“Sangat penting,” kata Stefano Pioli soal peran Ibrahimovic bagi Milan asuhannya.
“Dia membawa mentalitas, kualitas, dan dia adalah pemain hebat di atas segalanya berkat kecerdasannya. Dia membawa kepribadian yang dibutuhkan oleh tim muda,” ujar Pioli.
“Dia adalah titik referensi dan rekan setim bagus dalam mengikutinya dan menjadi lebih kuat,” ujar sang pelatih Milan menambahkan.
Ibrahimovic bisa sangat menuntut kepada anak-anak muda Milan. Tak jarang Ibra memperlihatkan raut sebal dan mengeluarkan kata-kata kasar ketika rekan setim salah memberikannya umpan.
Namun, begitulah cara Ibrahimovic memecut pasukan belia Rossoneri. Tak cuma dengan murka, Ibrahimovic memantik gairah pemain muda Milan dengan cinta.
Ibrahimovic begitu mencintai tim Milan sekarang, sampai-sampai dia ogah pensiun kalau belum juara bersama pasukan arahan Pioli saat ini.
Cinta Ibrahimovic terwujud dari pilihannya untuk tetap duduk di bangku cadangan bersama tim kala dirinya terpaksa absen karena cedera dalam beberapa kesempatan musim ini.







