Bertahan Puluhan Tahun, Mi Pasir, Favorit Kalangan Mahasiswa di Banjarmasin

BANJARMASIN, kalimantanlive.com – Bagi mahasiswa apalagi perantauan, hidup hemat adalah keharusan, tak heran bila tempat makan yang dicari adalah yang murah, sejiannya banyak mengenyangkan, dan tentu saja enak.

Di kalangan mahasiswa di Banjarmasin, tempat kuliner yang melegenda dengan porsinya yang royal, murah, dan enak adalah mi pasir.

Mi Pasir berlokasi di depan sebuah ruko di Jl Pahlawan, Kelurahan Seberang Mesjid, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Buka sejak sore pukul 16.30 Wita dan tutup hingga tengah malam atau jika sedang ramai tutup pukul 22.00.

Menu utamanya mi goreng dan nasi goreng.

BACA JUGA: Masyarakat Indonesia Penyuka Makanan Pedas, inibagi Pencinta Kuliner Pedas

Dulu ada menu lain yaitu bihun goreng.

Pada sajian mi dan nasi goreng ada acar dan jeroan.

Warna khas mi dan nasi goreng tersebut kecokelatan.

Pak Min, pemilik usaha, menjelaskan, ia buka usaha ini sejak 1990-an setelah sebelumnya selama 10 tahun, di era 80-an, bekerja di rumah makan di Banjarmasin.

“Pengalaman bekerja di rumah makan itulah yang saja jadikan modal berjualan,” ujarnya.

Nama usaha ini sebenarnya Mi Pak Min, tapi berhubung tempat jualannya saat itu berdekatan dengan usaha orang jualan material bangunan, maka lebih dikenal Mi Pasir.

“Pada 90-an itu banyak pelanggan para mahasiswa, mereka yang sering menyebut Mi Pasir. Kebetulan memang ada tumpukan pasir di dekat saya jualan,” ungkap Pak Min.

Konsep Pak Min berjualan adalah menyajikan makanan enak dengan harga murah.

Seporsi mi goreng Rp8000, kalau tambah telur Rp3000.

Nasi goreng plus telur Rp11.000.

“Soal bumbu, biasa saja, terpenting itu komposisinya pas,” terang Pak Min.

Salah satu rahasia mi, Pak Min membuat sendiri sehingga tekstur dan rasanya tersendiri.

Dalam sehari ia menghabiskan satu bantalan tepung untuk membuat mi.

BACA JUGA: Bukan Kuliner Asli Indonesia, Gado-gado Ternyata Pengaruh Budaya Portugis

Sedangkan nasi goreng menghabiskan bahan baku 25-30 liter beras per hari.

Pelanggan Mi Pasir ini selain warga Banjarmasin juga kadang ada dari Kapuas dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Bahkan banyak pula kalangan pengusaha dan pejabat.

Sala seorang pelanggannya adalah Rosehan Noor Bahri, pengusaha yang juga anggota dewan dan pernah menjabat wakil gubernur Kalsel.

“Pak Rosehan itu langganan kami sejak dia masih bujangan. Sering mampir dan dia bilang citarasa masakan saya tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Alhamdulillah,” pungkas Pak Min.

Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id