Mbappe Harus Bayar Rp 4 Triliun ke Real Madrid? Gegara Tak Mau Pergi dari PSG

KALIMANTANLIVE.COM – Kylian Mbappe menolak Real Madrid dan memperbarui kontrak bersama Paris Saint-Germain (PSG).

Akibatnya, kisah transfer penyerang 23 tahun ini terus berlanjut meski sang pemain sudah menentukan masa depannya.

Terbaru, muncul rumor yang menyebutkan Kylian Mbappe harus membayar 300 juta euro (sekitar Rp 4,680 triliun) kepada Real Madrid.

# Baca Juga :Bersama Atletico Madrid, Gaji Diego Simeone Kalahkan Kylian Mbappe dan Cristiano Ronaldo

# Baca Juga :REAL Madrid Raja Liga Spanyol: Klasemen Akhir Los Blancos Juara, Barcelona Kedua Usai Terseok-seok

# Baca Juga :Sang Ibu Beri Sinyal Real Madrid Jadi Pelabuhan Baru Kylian Mbappe, PSG?

# Baca Juga :FINAL Liga Champions 2022, Minggu 29 Mei 2022: Liverpool Vs Real Madrid Jilid 3

Ini terjadi karena Mbappe memutuskan kontrak dengan klub raksasa Liga Spanyol tersebut.

Isu ini beredar luas di media sosial. Berita tersebut kian heboh lantaran sejumlah pewarta mendukungnya dengan klaim Mbappe terkena penalti akibat melanggar kontrak dengan Real Madrid.

Menurut laporan, Mbappe sudah sepakat dengan Real Madrid bahwa dirinya mendarat di Santiago Bernabeu pada musim panas 2022.

Ada perjanjian antara sang pemain dengan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, yakni membayar sejumlah uang jika melanggar kesepakatan tersebut dan memperbarui kontraknya dengan PSG.

Nyatanya, Mbappe membuat keputusan bertahan di Parc des Princes. Pemain internasional Perancis itu akan tetap berkostum PSG hingga Juni 2025.

Terkait rumor tersebut, semuanya tidak benar. Memang, Mbappe menjalin komunikasi dengan Florentino Perez dan sudah ada kontrak tertulis.

Namun, Mbappe belum membubuhkan tanda tangan. Artinya, kesepakatan tersebut masih sebatas lisan.

Real Madrid memilih menunggu Mbappe membuat pengumuman transfer, sebelum menandatangani kontrak tersebut.

Dengan demikian, hukuman 300 juta euro tersebut yang beredar di media sosial hanya kabar burung alias bohong.

Hal yang benar adalah, Mbappe telah mendiskusikan segalanya, seperti yang diakuinya.

Namun jika menoleh ke belakang, rumor ini beredar karena Florentino Perez pernah melakukan hal tersebut saat “menculik” Luis Figo dari Barcelona pada 2000.