Novel Buka-bukaan Soal Harun Masiku Masih Bebas dan KPK Diam Saja

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Tersangka kasus suap Harun Masiku hingga saat ini masih mengghirup udara kebebasan, seakan aparat tak mampu menyentuhnya.

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan, kenapa saat itu di KPK tidak bisa menangkap Harus Masiku.

“Ada intimidasi terhadap tim KPK saat mengusut kasus Harun Masiku,” kata Novel.

# Baca Juga :KPK Ungkap Harta Kekayaan Richard Louhenapessy Tambah Rp 7 M Selama Jadi Wali Kota Ambon

# Baca Juga :Ditangkap KPK, Wali Kota Ambon Tersangka Suap, Richard Louhenapessy Sempat Jalan-jalan di Mall

# Baca Juga :DAFTAR Pejabat Jadi Tersangka Setelah Bupati Bogor Ade Yasin Diciduk KPK Terkait Suap Auditor BPK

# Baca Juga :Bupati Bogor Ade Yasin Ditangkap, KPK: Auditor BPK Dikondisikan saat Temukan Penyimpangan Proyek Rp 94,6 M

Harun merupakan tersangka kasus dugaan suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.

Hal itu disampaikan Novel menjawab pertanyaan mengapa Harun tidak ditangkap saat masih bekerja di komisi antirasuah tersebut.

Novel mengatakan, ketika tim KPK mendapatkan intimidasi itu, pimpinan KPK tidak melakukan tindakan apa pun.

“Saat tim KPK melakukan OTT terhadap kasus tersebut, tim KPK diintimidasi oleh oknum tertentu, dan Firli dkk diam saja,” ujar Novel kepada Kompas.com, Selasa (24/5/2022).

Novel menuturkan, intimidasi yang diterima tim KPK ketika mengungkap kasus suap tersebut sudah banyak diketahui publik.

Bahkan, tim yang melakukan penangkapan tersebut juga dilarang untuk melakukan penyidikan.

“Barangkali karena dianggap tidak bisa dikendalikan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Novel, tim KPK yang berhasil melakukan OTT tersebut justru “diberi sanksi”.

Dia mencontohkan, ada satu anggota kepolisian yang dikembalikan ke institusinya, tetapi ditolak Polri karena masa tugasnya belum selesai di KPK.

Kemudian, satu orang dari kejaksaan dikembalikan, serta beberapa pegawai Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) juga dipindahtugaskan oleh Firli Bahuri.

Novel menduga, kasus yang menjerat Harun Masiku diduga melibatkan elite tertentu.

News Feed