BANJARMASIN, kalimantanlive.com – Bagi para penyuka majalah, tabloid, dan surat kabar, bundaran air mancur di Jl Hasanudin HM, Banjarmasin, adalah surga informasi.
Tempat yang juga disebut juga dengan bundaran koran ini menjadi tempat para pedagang majalah dan koran.
Pada masanya di era 80-an, lokasi tersebut penuh pembeli yang memburu majalah dan tabloid terbaru.
Kini bundaran koran tak lagi seperti sebelumnya.
Tenda lapak para pedagang banyak yang kosong, tersisa hanya dua tenda yang masih buka.
Fani, salah seorang pedagang di sana mengatakan, memang sekarang jualan koran atau surat kabar dan majalah tidak seramai dulu saat ayahnya masih menangani jualan.
BACA JUGA: Wakil Gubernur, Sekda Roy Rizali Anwar Sampaikan Penjelasan Dua Raperda di DPRD Kalsel
“Saya ini generasi kedua. Sebelumnya ayah saya yang jualan. Memang sekarang jualan jauh menurun walaupun masih bisa diharapkan walau seadanya,” ungkapnya.
Koran yang dijual adalah beberapa koran lokal dan koran nasional namun oplah yang distok tidak begitu banyak soalnya masyarakat juga tak banyak yang membeli.
Begitu juga majalah dan tabloid hanya beberapa.
Selebihnya barang dagangan menjual koran bekas karena masih banyak yang membeli untuk keperluan sebagai pembungkus atau hal lain.
“Koran bekas yang masih rapi atau kualitas bagus harganya Rp17 ribu per kilogram. Ya, inilah tambahan penghasilannya,” jelas Fani.
Maraknya berita online yang bisa diakses masyarakat dengan gadget memang memengaruhi penjualan koran dan majalah.
BACA JUGA: Jadwal DPRD Padat, Pengambilan Keputusan Atas Raperda Penambahan Modal Bank Kalsel
Setidaknya hal itu terjadi dalam lima tahun terakhir.
Diakui Murdi, warga Banjarmasin, ia sudah lama tak langganan koran cetak.
Sebab seiring adanya koran online ia lebih memilih membaca koran melalui gadget.
“Isinya sama, tak perlu nunggu loper datang mengantar ke rumah kita bisa sedari Subuh membaca berita karena koran online sudah update,” alasannya.
Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id







