JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Hampir dua pekan setelah kematian reporter Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh, sejumlah rekonstruksi media mendukung pernyataan Palestina bahwa jurnalis Al Jazeera itu tewas karena memang jadi target pasukan Israel.
Salah satunya adalah rekonstruksi yang dilakukan The Associated Press yang mendapatkan beberapa video dan foto pada 11 Mei pagi.
Gambar dan video tersebut menunjukkan beberapa warga dan jurnalis sedang berada di jalan sempit.
# Baca Juga :Ribu-ribut Soal Pejabat Indonesia ke Israel, Menkes Budi Sebut Tak Ada, Kemenlu Malah Bilang Belum Dengar
# Baca Juga :DIAM-diam Pejabat Indonesia Pergi ke Israel Pelajari Covid-19, Pemerintah RI Malah Membantah
# Baca Juga :Muhammad, Jadi Nama Bayi Paling Populer di Israel Sepanjang 2020, Setelah Ahmed dan Adam
# Baca Juga :Alasan Kemanusiaan, Remaja Perempuan Israel ini Berani Menolak Masuk Wajib Militer hingga Mendekam di Penjara
Para jurnalis pun terlihat mengenakan helm dan rompi bertuliskan ‘PRESS’. Dalam waktu singkat, video itu menampilkan kepanikan karena tembakan.
Video kemudian menunjukkan Shireen Abu Akleh sudah tergeletak di tanah dalam posisi tengkurap dan tak lagi merespons orang di sekitarnya.
Israel sebelumnya mengatakan setidaknya ada satu militan yang berada di antara masyarakat dan wartawan kala itu.
Namun, mereka tidak memberikan bukti atau menunjukkan lokasinya.
Sementara itu, berdasarkan rekonstruksi AP, satu-satunya militan Palestina yang bisa dikonfirmasi itu berada di sisi lain perkumpulan masyarakat tersebut, sekitar 300 meter, dan sebagian besar terpisah tembok dan bangunan dari Abu Akleh.
Serupa, berdasarkan video yang direkam kameraman Al Jaxeera Majdi Banura, Abu Akleh tewas tertembak di kepala pukul 6.30 pagi pada 11 Mei.
“Kami berdiri di depan kendaraan pasukan militer Israel sekitar 5-10 menit sebelum kami berpindah, untuk memastikan mereka melihat kami,” cerita reporter Shatha Hanaysha.







