VIRAL Video Oknum Jaksanya Diduga Nyawer di Acara Internal, Kejari Lahat Sebut Bukan Uang Tapi

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Video adanya oknum jaksa nyawer di acara internal dan menjadi viral di media sosial mendapat tanggapan Kejaksaaan Negeri Lahat.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Lahat, Faisyal menjelaskan video itu merupakan ramah tamah pengantar tugas Kasi P3BR di Aula Kejari Lahat pada 23 Mei 2022 lalu.

“Kejari Lahat pada hari senin tanggal 23 Mei 2022 menyelenggarakan kegiatan ramah tamah pengantar tugas Kasi P3BR bertempat di Aula Kejari Lahat,” kata Faisyal saat dikonfirmasi, Rabu (25/5/2022).

# Baca Juga :Ditangkap KPK, Wali Kota Ambon Tersangka Suap, Richard Louhenapessy Sempat Jalan-jalan di Mall

# Baca Juga :DAFTAR Pejabat Jadi Tersangka Setelah Bupati Bogor Ade Yasin Diciduk KPK Terkait Suap Auditor BPK

# Baca Juga :Tiga Kali Absen, Hakim Pengadilan Tipikor Sebut Mardani H Maming Saksi Kunci Kasus Suap Peralihan Izin Tambang

# Baca Juga :Mardani H Maming Tak Hadir, Hakim Tipikor Cecer Dua Saksi Kasus Suap IUP Pertambangan PT PCN

Faisyal membenarkan bahwa acara itu diikuti oleh sejumlah pegawai di Kejaksaan Negeri Lahat.

Namun, dia mengklaim bahwa kertas yang disebar oleh seorang oknum jaksa di video itu bukanlah uang.

“Pada kesempatan kali ini, saya selaku Kasi Intel menyatakan bahwa yang dilempar atau ditebarkan di atas panggung tersebut adalah sobekan kertas (bukan uang),” ungkap dia.

Lebih lanjuf, Faisyal meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih informasi yang beredar. Apalagi, informasi yang belum diketahui faktanya.

“Saya menghimbau agar masyarakat dapat memilih dan memilah setiap informasi yang beredar, karena belum tentu informasi yang beredar tersebut benar adanya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI turun tangan memeriksa video viral oknum jaksa diduga melakukan aksi sawer di atas panggung di acara internal di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di Sumsel. Pihaknya juga telah menginstruksikan tim pengawas untuk melakukan pemeriksaan.