KALIMANTANLIVE.COM – Saat memantau car free day (CFD) Solo, Jawa Tengah, ada hal tak mengenakan yang dialami Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Gibran menceritakan dirinya dimarahi ibu-ibu saat memunguti sampah di lokasi CFD Solo.
Gibran mengatakan, dirinya dimarahi oleh warga karena saat itu ia menggunakan masker sehingga warga tak mengenalinya.
# Baca Juga :Paman Birin Bobol Tim Gibran Rakabuming, Laga Eksibisi Turnamen Antarwartawan 2022 di Solo
# Baca Juga :Paman Birin Bobol Tim Gibran Rakabuming, Laga Eksibisi Turnamen Antarwartawan 2022 di Solo
# Baca Juga :FAKTA Dua Anak Jokowi Dilaporkan ke KPK, dari Gibran Angka Bicara hingga Siapa Dosen UNJ Ubedilah Badrun
# Baca Juga :Gibran Hilang 6 Hari di Gunung Guntur: Tak Merasakan Malam Hari & Bertemu Orang Berbusana Putih
“Iya, dikira Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” kata Gibran.
Gibran menceritakan, ia dimarahi ibu-ibu saat sedang memantau CFD.
Ketika memantau CFD, sambungnya, dia memakai masker. Gibran lalu memungut sampah di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo.
“Saya kemarin dimarahi ibu-ibu, enggak usah dibahas,” ujar Gibran tak mau melanjutkan ceritanya.
Gibran pun tak mempermasalahkan kejadian yang dialaminya, ia pun meminta untuk tidak dibahas.
“Enggak apa-apa. Sudah, enggak usah dibahas,” ungkapnya.
Gibran mengatakan, aksi yang ia lakukan untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.
“Iya (contoh), sayang kalau sampai tamannya rusak,” ungkapnya.
Viral di media sosial
Video aksi yang dilakukan Gibran memunguti sampah di CFD viral di media sosial.
Dalam video itu, tampak Gibran melakukan pemantauan sambil bersepeda. Gibran lalu berhenti di tepi jalan untuk mengambil sampah yang berserakan.
Sampah yang dipungut Gibran mulai dari sampah plastik bekas es hingga bekas makanan.







