KALIMANTANLIVE.COM – Sebanyak 19 anak dan dua orang dewasa tewas seketika pada insiden penembakan di sekolah dasar Robb di Uvalde, Texas, Amerika Serikat, pada Selasa (24/5/2022) siang waktu setempat.
Penembakan massal itu merupakan salah satu peristiwa paling tragis di negara Paman Sam dalam satu dekade terakhir.
Sebelumnya, penembakan dengan jumlah korban tewas terbanyak terjadi pada 14 Desember 2012, yaitu insiden di Sandy Hook Elementary School yang menewaskan 26 orang.
# Baca Juga :FAKTA Baru: Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Memang Jadi Target Tembakan Israel
# Baca Juga :Sidang Kejahatan Perang Pertama di Ukraina: Tentara Rusia Mengaku Tembak Pria Tua Tak Berdosa
# Baca Juga :Diduga Disiksa Oknum Polisi Arfandi Tewas, Keluarga Marah, Warga yang Merekam Kejadian Mau Ditembak
# Baca Juga :VIDEO DETIK-detik Penembakan di Kereta Bawah Tanah New York: Pelaku Lempar Bom Lalu Tembak Belasan Orang
Di Texas, pelaku merupakan seorang remaja pria bernama Salvador Ramos.
Ia kemudian tewas ditembak oleh polisi di tempat kejadina.
Berikut adalah fakta-fakta mengenai pelaku penembakan.
Siswa SMA
Salvador Ramos merupakan siswa SMA yang tinggal di komunitas berjarak 135 kilometer dari sekolah. Berusia 18 tahun, Ramos merupakan penduduk Uvalde, kota kecil berpopulasi 16 ribu jiwa di Texas selatan yang mayoritas warganya keturunan Latin.
Bekerja di Wendy’s
Ramos diketahui bekerja paruh waktu di restoran cepat saji Wendy’s sejak Februari lalu. Ia biasa bekerja di siang hari dengan shift kerja mulai pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Manajer resto Wendy’s setempat, Adrian Mendes, menggambarkan Ramos sebagai pribadi yang tertutup.
“Dia terasa seperti orang yang pendiam, seseorang yang tidak banyak bicara. Dia juga tidak terlalu bersosialisasi dengan staf yang lain,” kata Mendes.










