Para ilmuwan memperkirakan, asteroid itu bergerak dengan kecepatan sekitar 47.200 mph (76.000 km/jam) atau 20 kali lebih cepat dari peluru.
Batu luar angkasa itu tidak akan membuat flyby atau terbang mendekat ke arah Bumi lagi sampai 23 Juni 2055. Selama itu, asreriod akan berada sekitar 70 kali jarak antara Bumi dan bulan.
Earthsky melaporkan, pada 2013 lalu, asteroid besar yang disebut Chelyabinsk memasuki atmosfer bumi dan mengancurkan jendela di enam kota di Rusia.
NASA memantau NEO dengan cermat, dan baru-baru ini meluncurkan misi untuk menguji apakah asteroid yang berpotensi berbahaya suatu hari nanti dapat dibelokkan dari jalur supaya tidak terjadi tabrakan dengan Bumi.
Pada November 2021, NASA meluncurkan pesawat luar angkasa yang disebut Double Asteroid Redirection Test (DART), yang akan bertabrakan langsung dengan asteroid Dimorphos selebar 525 kaki (160 meter) pada musim gugur 2022.
Tabrakan itu tidak akan menghancurkan asteroid, tetapi mungkin sedikit mengubah jalur orbitnya.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia







