Eril Anak Ridwan Kamil Lebih Mementingkan Keselamatan Teman-temannya Meski Jadi Korban Arus Sungai

KALIMANTANLIVE.COM – Demi memastikan perenang lainnya selamat sampai ke daratan sebelum terseret arus, Putra sulung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril rela belakangan naik ke daratan.

Seperti diketahui, sebelum hilang Eril bersama teman-temannya berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Menurut Adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman, informasi Eril naik belakangan karena memastikan teman-temnnya selamat tersebut dari keluarga yang masih berada di Swiss.

# Baca Juga :Tim SAR Swiss Kerahkan Drone hingga Penyelam, Pencarian Eril Anak Ridwan Kamil Makin Serius

# Baca Juga :Ridwan Kamil Minta Masyarakat Doakan Anaknya Eril yang Hilang di Sungai Aare Swiss Ditemukan Selamat

# Baca Juga :Hilangnya Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Swiss Masih Misteri, Ini Sosok Eril yang Lahir di New York

# Baca Juga :Kronologi Emmeril Khan Anak Gubernur Jabar Ridwan Kamil Terseret Arus di Sungai Aare Swiss

“Beliau kelihatannya mengambil posisi paling belakang karena ingin memastikan semua pada posisi yang safety,” kata Elpi dalam konferensi pers, Sabtu (28/5).

Eril sendiri, sambung Elpi, mampu berenang bahkan memiliki lisensi untuk menyelam (diving). Sebelum berenang di Sungai Aare, Eril sudah melakukan survei lokasi yang aman untuk berenang, serta kesiapan fisik dan mental. Namun, saat itu terdapat arus yang tidak bisa dikendalikan.

“Informasi keluarga Eril memastikan yang lain bisa sampai ke daratan, setelah itu mungkin ada situasi arus yang tidak bisa dikendalikan,” tutur Elpi.

Elpi mengatakan, menurut keluarga di Swiss, kondisi debit air sungai Aere saat Eril terseret relatif lebih tinggi dibanding dua hari berikutnya.

Menurutnya, situasi tersebut berada di luar jangkauan dan antisipasi manusia.

“Informasi yang kami terima dari pihak keluarga kebetulan hari itu debit air relatif lebih tinggi dari hari-hari sekarang,” ujar Elpi.

Eril hilang saat berenang di sungai Aere, Kamis (26/5) siang waktu setempat. Eril disebut terseret arus sungai yang cukup deras.

Saat itu, Eril sedang berada di Swiss untuk mencari sekolah dan beasiswa.

Pihak KBRI Bern mengatakan saat ini pencarian Eril menjadi prioritas polisi di Swiss. Aparat yang terdiri dari polisi sungai, polisi medis, dan pemadam kebakaran melakukan pencarian dengan berbagai metode, termasuk drone, kapal, dan penyelaman.

editor : NMD
sumber : CNN Indonesia