Pemilik Kedai Kopi Selir ini juga mengapresiasi kegiatan yang mengangkat citarasa kopi dari berbagai daerah.
Dedi juga menyampaikan terima kasih pada para pengurus PDI Perjuangan Kalsel yang memberikannya kesempatan untuk dirinya mempamerkan biji Kopi lokal yang di even nasional.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalsel, M Syaripuddin mengatakan hampir sama dengan daerah-daerah lain Kopi di Kalsel punya sejarah yang panjang.
BACA JUGA:
Bang Dhin Ingatkan BPJN Lebih Selektif Menentukan Pemenang Tender Proyek Jalan di Kalsel
Trennya, kata Syaripuddin memang belum seperti di tanah Sumatera, Jawa, Bali hingga Flores akan tetapi rasa biji kopi di Kalsel tak kalah menarik jika diulik.
“Saya rasa, citarasa identik kopi robusta di Kalsel tidak kalah menarik. Dengan even ini, saya harapkan para penikmat kopi bisa lebih melek denga kopi asal Kalsel,” ujarnya.
Sementara Penanggung Jawab Peserta PDI Perjuangan Kalsel, Rizal Nagara mengatakan selain kopi, stand PDI Perjuangan Kalsel diisi dengan berbagai hasil kerajinan para UMKM lokal.
“Kita kerja sama dengan home industri dan pegiat UMKM untuk membawa produk-produk khas Kalsel yang kita pamerkan,” kata dia.
Untuk diketahui Festival Kopi Tanah Air merupakan rangkaian penutup HUT ke-49 PDI Perjuangan, dengan bertajuk “Festival Kopi Kebangkitan Nasionalisme Indonesia” terdapat beberapa rangkaian kegiatan, di antaranya pameran, eksebisi, uji cita rasa, dan sulang kopi secara hybrid.
Festival Kopi Tanah Air berlangsung selama tiga hari, akan ada pertunjukan seni budaya dan penampilan artis-artis Indonesia, seperti Krisdayanti, Marcell Siahaan, Rizky Febian, Peewee Gaskins, Hivi, dan lain-lain.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian







