JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Beredar surat melalui pesan singkat WhatsApp tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa tes.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau KemenpanRB pun angkat bicara dan sebut informasi itu adalah palsu (hoaks).
Bahkan, Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan RB, Mohammad Averrouce memastikan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.
# Baca Juga :Keberuntungan Bagi CPNS yang Tak Lolos, Ternyata Bisa Gantikan yang Mengundurkan Diri
# Baca Juga :Ratusan CPNS Mundur Dihantui Sanksi Blacklist dan Denda Ratusan Juta, di Kalsel ada di Tapin dan HSS
# Baca Juga :Instansi Pemerintah Dilarang Terima Tenaga Honorer, Begini Syarat Pengangkatan CPNS Mulai 2023
# Baca Juga :Ribuan Data Pemerintah RI Diduga Bocor, Termasuk Prakerja, Pajak, Kemdikbud hingga CPNS
“Surat tersebut dipastikan palsu dan tidak benar. Mohon masyarakat mengabaikan surat tersebut,” jelas Averrouce sebagaimana dilansir dari siaran pers di laman resmi KemenpanRB pada Senin (30/5/2022).
Adapun dalam surat yang beredar terdapat kop dan nomor surat menyerupai surat asli yang dikeluarkan MenpanRB Tjahjo Kumolo.
Surat tersebut bernomor B/2631/M.PANRI dan tertulis ditandatangani Menteri PANRB pada 25 Mei 2022 dengan perihal Informasi Mengenai Pengadaan Pegawai ASN Tahun 2022.
Surat palsu itu ditujukan untuk Seluruh Tenaga Honorer.
Averrouce melanjutkan, surat palsu tersebut mengesankan seolah-olah Kemenpan-RB telah menetapkan keputusan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS tanpa tes.
Pengangkatan diprioritaskan bagi guru, tenaga kesehatan, tenaga penyuluh di bidang pertanian, serta tenaga teknis yang dibutuhkan pemerintah.
Keputusan tersebut seolah-olah dihasilkan berdasarkan Hasil Keputusan Bersama Pemerintah dan Komisi X DPR RI.







