KALIMANTANLIVE.COM – Sirkuit tempat pelaksanaan event Formula E di kawasan Ancol Jakarta menjadi sorotan jelang pelaksanaan ajang bergengsi balap mobil listrik tersebut.
Hal tersebut karena atap event Formula E Jakarta ambruk jelang pelaksaan acara pada 4 Juni 2022.
Direktur PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Gunung Kartiko mengungkapkan kejadian atap ambruk bukan karena masalah konstruksi.
# Baca Juga :JADWAL Formula E Jakarta 2022: Kualifikasi dan Balapan Digelar di Hari yang Sama, Ada Konser Musik Lagi
# Baca Juga :Mau Joging Diketinggian 72 Meter? Naik Saja ke Atap JIS, Bisa Nonton Formula E Lagi
# Baca Juga :Utang Lapindo Makin Membengkak, Kemenkeu Bikin Formula untuk Menangih ke Perusahaan Bakrie
Kejadian ambruknya atap Formula E dikarenakan faktor alam.
Hal ini disebab atap penonton ambruk diduga ditiup angin kencang.
Vice Managing Director Organizing Committee Jakarta E- Prix 2022 sekaligus Direktur PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Gunung Kartiko membantah ambruknya atap tribun penonton sirkuit Formula E Jakarta karena gagal konstruksi imbas pengerjaan sirkuit terlalu cepat.
“Nggak (bukan karena gagal konstruksi),” ujarnya di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Minggu (29/5/2022).
Menurut Gunung, tidak ada kolerasi pengerjaan proyek sirkuit Formula E yang cepat dengan ambruknya atap tribun penonton.
Kata dia, atap tribun penonton roboh semata faktor cuaca saat itu sehingga mempengaruhi pengerjaan yang belum sempurna.
“Itu nggak ada hubungannya, nggak ada korelasinya, karena itu kalau terlalu cepat pastinya ada masalah infrastruktur di bawah kan. Itu di bawahnya nggak ada masalah itu, karena kami pakai beton di bawah dan grandstand-nya nggak kenapa-kenapa, itu cuma atapnya saja,” lanjutnya.
Atas kejadian ini, Gunung meyakinkan penggarap proyek dan panitia penyelenggara Formual E Jakarta bakal lebih memperhatikan cuaca.










