UNGARAN, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah unggahan video memperlihatkan pengemudi ojek online (ojol) di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah diduga melakukan pelecehan seksual
Namun setelah polisi melakukan penyelidikan, fakta baru viralnya video dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pengemudi ojol di Ungaran itu terungkap.
Setelah dilakukan penelusuran oleh Satreskrim Polres Semarang, ada hubungan antara pengemudi dengan perempuan tersebut.
# Baca Juga :Selebgram Citra Andy Lapor Polisi, Alami Pelecehan Seksual, Pelaku Diduga Teman Aufar, Suami Olla Ramlan
# Baca Juga :Setelah Kasat Reskrim Dicopot Akibat Pelecehan Verbal Prempuan Boyolali, Sekarang Kapolres Boyolali Dimutasi
# Baca Juga :Sidang Dugaan Pelecehan Dokter R di PN Banjarbaru, Pelaku Gerayangi Korban di Bathtub Disaksikan Anaknya
# Baca Juga :Oknum Dosen Universitas Negeri Jakarta Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya, Kirim Pesan Sexting
“Ini setelah kejadian tersebut, driver dan perempuan berboncengan dan pelukan. Sebelumnya memang ada perselisihan antara mereka, sehingga ada teriakan,” kata Kasi Humas Polres Semarang Iptu Bharatungga Dharuning Pawuri, Minggu (29/5/2022).
Bharatungga menyampaikan sampai saat ini, identitas pengemudi ojek online dan perempuan tersebut masih dalam penelusuran.
“Untuk identitas mereka memang belum diketahui, tapi untuk perekam dan yang merepost postingan tersebut sudah diketahui,” ujarnya.
Dikatakan, perekaman tersebut dilakukan Jumat (27/5/2022) sekira pukul 16.45 WIB. Saat itu, W yang mengendarai sepeda motor memboncengkan A, melaju di daerah Bandarjo.
Melihat ada perempuan menangis dan di depannya ada driver ojol, langsung memutar balik dan merekam kejadian tersebut.
“Lalu diunggah di media sosial dan direspost akun lain sehingga menjadi viral. Namun narasi yang ditulis dalam caption tersebut tidak tepat, seolah ada kejadian pelecehan seksual di jalan oleh driver ojol,” kata Bharatungga.
Kronologis yang ditulis dalam utas tersebut dinilai tidak utuh, sehingga berpotensi menyesatkan pembacanya.
“Iya memang tidak komplit, karena hanya berdasar dilihat pada saat itu. Sehingga ini membuat rancu informasi yang diterima oleh pembacanya,” paparnya.







