Bharatungga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak saat bermedia sosial.
“Jangan malah menimbulkan kegaduhan yang menyebabkan ketidaknyamanan semua pihak. Karena saat ini informasi cepat menyebar, pembacanya juga harus bijak,” jelasnya.
Sebelumnya, di Twitter dan TikTok viral video dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pengemudi ojek online.
Akun twiter @ennsungie yang membuat utas dugaan pelcehan seksual tersebut mengungkapkan bukan dia yang mengalami kejadian tersebut, tapi temannya.
Dalam ceritanya, teman akun tersebut bersama saudaranya sepulang dari membeli masker, melintas di depan studio foto yang kebetulan sepi. Kemudian temannya tersebut meminta kepada saudaranya untuk memutar balik kendaraan.
“Mbak puter balik, kayae ada mbak-mbak teriak di depan studio foto,” tulis akun @ennsungie.
Setelah memastikan, ternyata betul ada perempuan bersama seorang pengemudi ojek online di depan studio foto. Terlihat pengemudi tersebut mencium bibir perempuan yang kemudian berteriak histeris. Saat kejadian tersebut, ada orang yang melihat tapi tidak memberikan pertolongan.
Utas tersebut mendapat respon dari akun Grab Indonesia yang meminta detail kejadian tersebut.
“Sebelumnya mohon maaf sekali atas kejadian yg dialami. Jika benar terjadi, hal ini pastinya sangat tdk dpt kami tolerir. Boleh ya kak bantu kami dgn mengirimkan detailnya via DM agar kami tindak lanjuti dengan ketik #Bantuan agar lgsng terhubung dgn Agent kami. Terima kasih-Yeti,” tulis @GrabID.
editor : NMD
sumber : kompas.com







