KALIMANTANLIVE.COM – Cleopatra adalah sosok ratu yang memerintah Mesir pada tahun 51 hingga 30 sebelum Masehi.
Bukan itu saja ketenaran nama Cleopatra. Ia bahkan disebut-sebut memiliki kaitan erat dengan Julius Caesar.
Cleopatra lahir di Mesir dengan nama Cleopatra VII Philopator.
# Baca Juga :Kebalikan dari Orang Indonesia yang Menyukai Bukber, Warga Mesir Lebih Suka Sahur Bersama
# Baca Juga :Liverpool Bayar Rp 7,5 Miliar Per Pekan, Mohamed Salah Pikir-pikir, Ini Kata Menteri Olahraga Mesir
# Baca Juga :Senegal Lolos ke Piala Dunia 2022 Usai Bungkam Mesir Lewat Adu Penalti
# Baca Juga :HASIL Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Afrika: Berkat Gol Bunuh Diri Laga Mesir Vs Senegal 1-0
Sementara dia lahir di Mesir, keluarganya justru berasal dari Yunani Macedonia.
Dia merupakan salah satu keturunan Ptolemy I Soter, seorang jenderal Alexander The Great.
Tak hanya itu, Cleopatra juga sering digambarkan memiliki paras yang sangat cantik, membuatnya makin populer saja.
Sayangnya, hanya itu yang kita ketahui. Sisanya, masih berupa misteri.
Kendati demikian, ada satu fakta tentang Cleopatra yang hampir terkuak, yaitu bagaimana aroma parfum favoritnya.
Dikutip dari Martha Stewart, meski tak sedikit ilmuwan yang meneliti sejarah kota-kota dan negara kuno, mayoritas penelitian hanya berpusat pada objek nyata yang terlihat, seperti sisa artefak yang terkubur atau objek pribadi yang ditemukan.
Namun beberapa tahun ke belakang, para arkeolog mulai berfokus untuk meneliti aroma. Misalnya, dengan mencium molekul bau dari artefak dan membaca teks kuno terkait resep wewangian.
Penelitian bertahun-tahun pun membuahkan hasil berupa penemuan aroma khas Cleopatra.
Penemuan tersebut mulai terbongkar sejak arkeolog Robert Littman dari University of Hawaii dan Jay Silverstein dari University of Tyumen menemukan reruntuhan berumur sekitar 2.300 tahun yang diyakini merupakan pabrik wewangian.
Dilaporkan ScienceNews, situs yang mulai digali para peneliti pada tahun 2009 itu memiliki tempat pembakaran dan wadah parfum tanah liat.









