JELANG Indonesia Vs Bangladesh: 4 Pemain Elite Tak Dipakai, STY Panggil Penggawa Persib & Bali

2. Brian Fatari, Bek Tengah (Persipura Jayapura)

Skuad Persipura Jayapura harus terdegradasi ke Liga 2 pada musim 2022. (ligaindonesiabaru.com)

Pemain berusia 22 tahun ini tampil reguler mengawal pertahanan Persipura Jayapura.

Dari 36 pertandingan yang diselesaikan di BRI Liga 1, Braif Fatari tampil sebanyak 24 kali.

Bisa dibilang kakak kandung dari Braif Fatari ini merupakan salah satu kunci dari performa apik Persipura di penghujung Liga.

Meski harus terdegradasi, Mutiara Hitam mampu tampil apik di akhir-akhir liga dengan menorehkan 8 kemenangan dan 2 hasil imbang.

Braif yang bermain sebagai bek tengah mampu menghasilkan rasa nyaman untuk pertahanan Persipura.

Postur tubuh Braif yang mencapai 184 cm mampu bersaingan di duel udara melawan striker-striker asing BRI Liga 1.

Ia juga memiliki ketenangan untuk mengambil keputusan untuk kapan harus melakukan tekel atau mendelay pergerakan lawan.

Pelatih Persipura, Alfredo Vera pun tak segan untuk menjadikannya sebagai palang pintu utama Mutiara Hitam menggantikan sang pemain asing, Henrique Marcelino Motta.

Namun, penampilan apik yang ditunjukkan pemain kelahiran Manado tersebut tak cukup untuk membuat Shin Tae-yong terkesan.

Nama Brian Fatari kalah dengan bek tengah mentereng lainnya seperti Alfeandra Dewangga, Elkan Baggott, hingga bek tangguh Persebaya, Rizky Ridho.

3. Beckham Putra, Gelandang (Persib Bandung)

Aksi Beckham Putra bersama Persib Bandung dalam pertandingan perdana Piala Menpora 2021 fase grup D menghadapi Bali United. (Dokumen Persib Bandung)

Beckham Putra adalah gelandang serang Persib Bandung yang memiliki visi bermain dan mobilitas tinggi.

Pemain berusia 20 tahun tersebut mengisi pos nomor 10 yang lebih sering bergerak di area kotak penalti, perannya yang begitu ke depan di-back up oleh dua gelandang pengangkut air maung bandung Marck Klok dan Dedi Kusnandar.

Mengubang sistem 4-4-2 menjadi 4-2-3-1 memang mengharuskan Robert mencadangkan salah satu dari dua striker mahal miliknya, namun itu membuat serangan Persib Bandung menjadi lebih rancak.

Bermainnya Beckham di posisi nomor 10 membuat serangan Persib Bandung menjadi lebih berbahaya di sepertiga akhir.

Beckham adalah jawaban ketika Robert menginginkan kreativitas di lini tengah dan menghadirkan peluang di area kotak penalti.

Bisa dikatakan ia adalah pemain nomor 10 murni yang tak cocok ketika dimainkan lebih melebar untuk menjadi seorang winger, dan Robert pun mulai menyadari hal tersebut.

Kualitas passing dan visi bermain Beckham membuat serangan-serangan Persib Bandung menjanjikan, ia juga bisa menyelesaikan peluang dengan apik.

Dua golnya ke gawang Persipura Jayapura adalah contoh nyatanya.

Gol pertama yang ia sarangkan di menit 46′ berasal dari visi bermain dan kecerdasannya membaca situasi permainan.

Sebelum Febri Haryadi melakukan crossing, Beckham berlari dari tengah menuju kotak penalti untuk berdiri tepat di belakang David da Silva.