KULON PROGO, KALIMANTANLIVE.COM – Warga Pedukuhan Nglawang, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta heboh, saat menemukan tiga bocah.
Warga pun mengamankan tiga bocah yang berasal dari Grobogan, Jawa Tengah yang tinggal di Perum Sedayu Indah, Mbangetayu Wetan, Genuk, Jawa Tengah.
Setelah ditanya, ketiga bocah itu mengaku bernama IK (16), FS (9), dan RR (4).
# Baca Juga :Ibu di Tanah Bumbu Bongkar Kasus Perkosaan Menimpa Putrinya hingga Hamil, Remaja Ini Ditangkap Polisi
# Baca Juga :Perkosa 10 Bocah Sukabumi Ada Berusia 5 Tahun, Abah Heni Divonis Hukuman Mati PT Bandung
# Baca Juga :Gagal Memperkosa, Pria Bernama Bidawang Ini Lukai Bocah Perempuan di Tabalong, Tertolong karena Panggilan
# Baca Juga :Tak Tahan Diperkosa Berkali-kali, Siswi SMA Bongkar Perbuatan Cabul Seorang Pria di Tanahbumbu
“Polisi Sektor Temon telah melakukan penyerahan anak yang ditinggal pergi temannya kepada orangtuanya. Semua berjalan lancar,” kata Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana melalui pesan singkat, Selasa (31/5/2021).
Awalnya, seorang warga menemukan FS sendirian di jalan aspal pinggir pantai antara Pantai Glagah dengan Pantai Congot, Senin (30/5/2022) pukul 17.00 WIB. Warga kemudian menemukan kedua anak lainnya.
Warga melaporkan hal ini ke Dukuh (kepala dusun) Nglawang bernama Supandi. Dukuh menjemput ketiganya selepas Maghrib untuk diamankan ke rumah dukuh.
Supandi mendapat keterangan dari IK dan FS bahwa mereka bertiga adalah kakak beradik.
Mereka sampai kawasan pantai Congot tanpa orangtua. Mereka berangkat dari Semarang hingga Purworejo dengan ojek online seharga Rp 99.000 .
Mereka nekat ke Purworejo setelah kenalan dengan seorang laki-laki di Facebook. Laki-laki itu dikenal sebagai Dimas. Mereka janjian ketemu di Purworejo.
Laki-laki yang mereka temui itu rupanya orang dewasa. IK dan kedua adiknya mengidentifikasi laki-laki tersebut sudah punya uban.
Mereka naik motor Supra silver, lewat underpass Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Temon.
Lalu melewati balai desa Glagah, Temon, untuk selanjutnya menuju Pantai Glagah. Mereka berhenti di jalan sepi antara Glagah dan Congot.







