Gara-gara Tak Mau Disuruh Berhutang di Warung, Ayah Ini Tega Aniaya Dua Anaknya

KALIMANTANLIVE.COM – Seorang ayah bernama ES (40) yang tinggal di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat ini benar-benar jahat.

Bagaiamana tidak, ES tega menganiaya dua anak kandungnya yakni RI dan MA.

Masalah awalnya pun sepele yakni sang anak tak mau disuruh mengutang di warung oleh pelaku.

# Baca Juga :Marah Lihat Ibu Kandang Dianiaya dan Telanjangi, Kakak Bacok Sang Adik hingga Tewas

# Baca Juga :Pasutri Tewas di Rumah Dukun di Sulsel, Warga Ngamuk Lakukan Penganiayaan Pakai Sajam hingga Keluarkan Pistol

# Baca Juga :RICUH, Demo Pemekaran Papua di Nabire Makan Korban, 5 Polisi dan 2 Warga Terluka Dianiaya dan Diempari Batu

# Baca Juga :VIRAL Video Seorang Pria di Bandung Dianiaya Kemudian Dilindas Pelaku dengan Sepeda Motor Lalu Ditinggalkan

Karena kesal ES pun menganiaya kedua anaknya yang masih kecil itu.

Kasus penganiyaan ini pun telah ditangani oleh Polsek Tanjung Duren. ES bahkan telah diamankan petugas.

Diperoleh info ES sebelumnya bekerja sebagai teknisi audio di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat namun sejak beberapa waktu ini tak lagi bekerja alias menganggur.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Iptu Tri Bintang Baskoro mengatakan, penganiayaan itu terjadi saat istrinya berinisial NK sedang bekerja.

Kemudian ES menyuruh anaknya membeli rokok ke warung tapi menolak dengan bahasa malu jika harus mengutang setiap hari.

“Sehingga bapaknya merasa kesal dan pada saat itu posisinya memang si pelaku sedang dikunci di dalam suatu ruangan setelah terjadinya ribut-ribut,” ucapnya saat dikonfirmasi Rabu (1/6/2022).

Lelaki pengangguran itu meminta kepada anaknya agar dibukakan pintu kamar yang dikunci oleh istrinya.

Namun, kedua anaknya merasa takut ayahnya akan mengamuk lagi, sehingga tak berani membukakan pintu kamar tersebut.

“Ketika sudah terjadi lempar-lemparan termasuk beling hingga mengenai anaknya baru lah dibukakan pintu yang dihadiri oleh perangkat setempat untuk berusaha mendamaikan,” jelas Bintang.

Meski sudah didamaikan, tapi lelaki beristri itu justru masih menaruh rasa kesal dengan keluarga kecil yang memperlakukan seperti orang tak waras.