JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Dengan alasan supaya penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yakni Solar dan Pertalite bisa tepat sasaran.
Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina tengah menggodok petunjuk teknis penyaluran BBM bersubsidi tersebut.
Menurut Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman, rencananya dalam penyaluran Solar dan Pertalite akan memanfaatkan layanan digital MyPertamina.
# Baca Juga :Sri Mulyani ‘Merengek’ Minta Tambah Anggaran, Gegara Subsidi BBM dan Listrik Bengkak
# Baca Juga :Solar Subsidi Langka, Menteri ESDM Temukan Kecurangan Kendaraan saat Beli BBM di SPBU
# Baca Juga :Perbedaan BBM Jenis Diesel Solar, Dexlite dan Pertamina Dex, Mana yang Cocok dengan Mesin Kamu?
# Baca Juga :BREAKING NEWS BBM Premium Resmi Dihapus Pemerintah, Ayo Beralih ke Pertalite dan Pertamax! Segini Harganya
Dengan demikian, pembelian akan terdata dan bisa dibatasi.
“Nanti (pembelian) dengan sistem digitalisasi MyPertamina akan efektif, jadi tidak bisa mengisi berulang,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (1/6/2022).
Para pelanggan nantinya akan diminta untuk mengisi data diri di aplikasi MyPertamina. Kemudian data yang sudah masuk tersebut akan diverifikasi oleh pihak BPH Migas untuk memastikan bahwa pembeli Solar dan Pertalite memang merupakan pelanggan yang berhak.
“Jadi kan mesti register dulu di Mypertamina, lalu di verifikasi oleh BPH Migas, yang tentu bekerja sama dengan instansi terkait,” jelas Saleh.
Meski demikian, dalam penerapan penggunaan aplikasi MyPertamina ini memang akan dihadapkan konsidi masih banyaknya masyarakat yang bukan pengguna smartphone. Oleh sebab itu, perihal teknis di lapangan masih terus dikaji dan sebelum diberlakukan akan lebih dahulu disosialisasikan.
“Maka perlu sosialisasi dulu, baru diterapkan,” katanya.








