Lebih lanjut, Budi mengatakan, aplikasi tersebut terhubung dengan smartwatch berbentuk gelang atau wrist band yang dipakai di pergelangan tangan jemaah.
Perangkat ini difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan khusus bagi jemaah haji berisiko tinggi.
“Pada wrist band terdapat data kondisi kesehatan jemaah, jadi begitu dia tensinya normal misalnya 120/80, begitu tensinya di atas itu misal 150 akan memberikan sinyal bunyi di Tele Petugasnya,” pungkasnya.
editor : NMD
sumber : kompas.com







