BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemkab berkomitmen mendukung Bank Kalsel memenuhi Modal Inti Minimum Rp 3 Triliun dengan penyampaikan Reperda Penambahan Penyertaan Modal Kabupaten Banjar di Rapat Paripurna DPRD Banjar.
Bupati Banjar Saidi Mansyur menerangkan, dukungan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya pemenuhan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 12/POJK.03/2020 yang mewajibkan Bank Kalsel memenuhi modal inti minimum paling sedikit Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2024.
“Dukungan terhadap Bank Kalsel dilakukan sebagai upaya mendukung penguatan struktur permodalan, daya saing dan kinerja Bank Kalsel, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian daerah, aksesibilitas masyarakat terhadap layanan perbankan, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui perolehan dividen,” terangnya,Kamis (2/6/2022).
Rapat Paripurna Penyampaian Raperda dipimpin langsung oleh Wakil DPRD Kabupaten Banjar Akhmad Rizanie Anshari ST dan H Akhmad Zacky Hafizie SH MH dengan dihadiri para Anggota Dewan, beserta tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan ini, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Fachrudin, dengan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Suriadi dan Kepala Cabang Martapura Iwan, turut hadir secara langsung untuk mendengarkan penyampaian Raperda tersebut.
Fachrudin mengamini adanya kewajiban yang harus dipenuhi atas ketentuan yang telah ditetapkan oleh regulator.
Untuk memenuhi kewajiban tersebut, Bank Kalsel telah membuat skenario pemenuhan modal yang telah disampaikan kepada seluruh Pemegang Saham dan tetap menjaga porsi pada masing-masing Pemegang Saham.
“Khusus untuk Kabupaten Banjar, berdasarkan skenario yang telah kami susun, perhitungan porsi minimal penambahan modal yang harus dipenuhi adalah sebesar Rp15 miliar. Namun, dengan adanya komitmen yang kuat dari Pemkab Banjar, terutama dari Bupati Banjar untuk meningkatkan porsi ini, Alhamdulillah pada hari ini sudah diajukan ke DPRD Banjar untuk penyertaan modal daerah sebesar Rp38.250.000.000,- (tiga puluh delapan miliar dua ratus lima puluh juta rupiah). Total penyertaan modal tersebut akan diberikan setiap tahunnya, terhitung dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2024,” jelas Fachrudin.







