PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Kawasan Temanggung Tilung kini dijadikan tempat tawuran pelajar di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Lokasi itu tepatnya di Jalan Temanggung Tilung, Menteng, Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Tempat ini juga pernah jadikan lokasi untuk Kalteng Expo.
Kawasan yang sebelumnya tenang setelah dijadikan tempat tawuran sekejap berubah menjadi arena bertarung pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
# Baca Juga :Tawuran di Yogyakarta, Dafa Anak DPRD Kebumen Tewas Akibat Sabetan Gir, Polisi: Berawal dari Saling Ejek
# Baca Juga :Diejek dan Dilempar Botol, Mike Tyson Pukul Remaja Diduga Mabuk di Pesawat Hingga KO
# Baca Juga :Lagi Pasang Kardus Sasaran Tembak, Pria Tewas Tertembak Senapan Bosnya Sendiri, Dada Ditembus Peluru
# Baca Juga :VIRAL Video Warga Marah dan Ceburkan Mobil ke Sungai, Ugal-ugalan Tanpa Sebab dan Tabrak Pejalan Kaki
Pedagang Pentol, AB (34) mengatakan ia sehari-hari berdagang pentol di area Temanggung Tilung tersebut.
“Setiap hari saya berdagang di sini, setiap hari di lokasi ini tidak pernah sepi. Banyak anak muda yang kebut-kebutan menggunakan motor kalau siang hingga sore hari,” ujarnya pada Tribunkalteng.com, Senin (6/6/2022).
Ia mengatakan, sekira pukul 14.00 WIB banyak pelajar Sekolah Menengah Atas banyak yang kongko-kongko di lokasi tersebut.
“Para pelajar ada yang memarkirkan motornya hingga belasan orang bahkan puluhan. Kadang ada yang trek-trekan, seperti jamping begitu,” terang AB.
Tak hanya itu, AB juga mengatakan saat ia hendak berdagang kadang ada botol minuman keras (Miras) yang ditaruh sembarang tempat oleh orang yang kongko malam sebelumnya.
“Ya saya sekira pukul 09.00 WIB kan sudah buka, jadi kadang banyak botol miras. Bahkan pernah botolnya disimpan pinggir parit tempat saya jualan,” keluhnya.
Ia pun menjelaskan, terkait terjadinya tawuran dan pengeroyokan yang terjadi di area tersebut.
“Iya ada yang tawuran, awalnya mereka berkelahi satu lawan satu. Setelah itu, banyak yang mengerubut pelajar yang sedang berkelahi,” ujar Pedagang Pentol tersebut.
Ia menambahkan, banyak tadi yang datang, ketika polisi datang banyak yang kabur dan bubar.
“Harapannya sering-sering patroli ke kawasan ini, sehingga bisa dicegah kalau ada kelompok orang maupun pelajar yang berkelahi bisa dibubarkan,” pinta AB.
Ia juga berharap, kawasan ini tidak ditutup untuk umum akibat kejadian tawuran dan pengeroyokan tersebut.
“Ya kalau kawasan Temanggung Tilung ini ditutup, saya berjualan dimana lagi?” ujar AB sembari bingung.







