Jamaah Haji 2022 Dilarang Dekati Unta, Ada Apa? Terungkap Ini Penyebabnya

22 Jemaah Positif Covid-19

Dalam kesempatan yang sama Budi juga mengatakan ada sebanyak 22 orang jemaah haji asal Indonesia terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).

“Berdasarkan evaluasi tiga hari keberangkatan, ditemukan beberapa jemaah yang hasil tes PCR konfirmasi positif. Tercatat ada 22 orang jemaah karena hasil tes PCR positif,” kata Budi.

Budi merinci dari 22 orang jemaah yang terkonfirmasi positif itu, 13 orang di antaranya sudah sembuh dan telah diberangkatkan ke Saudi. Sementara sembilan orang lainnya masih ditunda pemberangkatannya untuk menjalani isolasi untuk penyembuhan di Indonesia.

“Itu di Jakarta, Surabaya dan Solo. Di Solo [diisolasi] di RS di sana. Mereka tak bergejala. Mereka yang PCR positif belum masuk asrama [haji],” kata dia.

Melihat itu, Budi meminta calon jemaah haji Indonesia membatasi diri dulu ke tempat-tempat umum sebelum berangkat ke Tanah Suci untuk mencegah penularan virus corona.

Ia juga berharap calon jemaah menggelar prosesi Walimatus Safar jauh hari sebelum keberangkatan.

“Jemaah jika akan mengadakan walimatussafar sebaiknya dilakukan jauh hari sebelum hari keberangkatan,” tutur Budi.

Sebagai informasi, Walimatus Safar adalah suatu kebiasaan di masyarakat Indonesia di mana para calon jemaah haji mengundang masyarakat di lingkungannya untuk hadir dalam acara pembacaan doa bersama, tausiyyah mengenai haji, dan ditutup dengan memberi jamuan bagi tamu undangan.

“Sehingga jemaah fokus pada persiapan,” kata Budi.

Di sisi lain, Budi merinci terdapat dua orang jemaah haji Indonesia saat ini mengalami sakit dan dirawat di Madinah. Sementara jemaah yang wafat berjumlah satu orang.

“Jemaah dirawat di klinik jemaah haji Indonesia Madinah,” katanya.

Dari dua jemaah yang sakit itu, satu jemaah mengalami penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), sementara yang satu lagi mengalami luka bakar pada kaki. Saat ini tim kesehatan haji, kata Budi, masih melihat perkembangan kesehatan jemaah yang mengalami PPOK sebelum menjalani ibadah kembali.

“Kita lihat perjalanan penyakitnya. Mudah-mudahan bisa lekas sembuh kembali,” tutur Budi.

Dirinya mengungkapkan yang mengkhawatirkan sebenarnya pada jemaah yang kakinya melepuh akibat suhu panas di Arab Saudi.

Menurut Budi, kaki yang melepuh dapat membatasi pergerakan dari jemaah di Tanah Suci.