KALIMANTANLIVE.COM – Unta merupakan hewan tunggangan Bangsa Arab yang tangguh dibandingkan dengan hewan tunggangan lainnya, seperti Kuda, keledai, gajah dan lainnya. Unta mampu menaklukan gurun pasir meski di punggungnya membawa beban berat menuju tempat tujuan tuannya majikannya.
Namun saat ini para jamaah Haji 2022 malah dilarang mendekati Unta, pasalnya bisa tertular penyakit ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr Budi Sylvana. Ia bahkan mengimbau jamaah haji agar tidak mendekati hewan ini selama di Tanah Suci.
# Baca Juga :JADWAL Keberangkatan Jemaah Haji Kalteng, Mulai 17 Juni 2022 Masuk Asrama Haji Banjarbaru
# Baca Juga :Perlu Tenaga Kesehatan, Jemaah Haji Indonesia Tinggal Klik Aplikasi TeleJemaah
# Baca Juga :Jemaah Haji Harus Waspada! Menag Yaqut Sebut Cuaca Ekstrem Melanda Mekkah dan Madinah
# Baca Juga :Pastikan Layanan untuk Jemaah Haji Siap, Menag RI Langsung Berangkat ke Saudi
Diketahui hewan Unta sendiri banyak terdapat di Arab Saudi, bahkan ada beberapa perternakan di Tanah Suci ini.
Larangan ini diberikan untuk mencegah penularan penyakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus atau MERS CoV.
Karena diketahui penularan penyakit tersebut diketahui berasal dari Unta ke manusia.
”Untuk mencegah itu kita minta ke jemaah jangan dekati unta dulu lah. Ya, demi kesehatan dan keselamatan kita bersama. Baik jemaah dan warga Indonesia pada umumnya,” ucap Budi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (7/6/2022).
Menurut Budi, para jemaah harus mewaspadai penularan MERS karena penyakit tersebut berasal dari hewan unta.
Budi pun meminta jemaah untuk lebih memfokuskan diri pada ibadah haji di Tanah Suci.
“Jangan dekat-dekat sama unta dulu lah. Fokus saja pada ibadah jemaah haji dulu,” ucap Budi.
Selain itu, Kemenkes juga meminta jemaah haji tidak merokok di sela-sela ibadah haji.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyakit yang timbul akibat merokok.
“Untuk merokok sudah pasti demi kesehatan jemaah sendiri. Efek dari rokok itu PPOK tadi kan. Dikhawatirkan asapnya juga mencetuskan berbagai penyakit bagi jemaah,” kata Budi.










