Ibu Cari Keadilan Kematian Anaknya Sertu Bayu, Diduga Dianiaya Senior, Panglima TNI Janji Lakukan Ini

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus kematian Sertu Marctyan Bayu Pratama yang diduga dianiaya oleh dua perwira berpangkat lettu dan letda di Timika, Papua beberapa waktu lalu mulai diselidiki.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa buka suara dan mengaku insiden itu terjadi sebelum dirinya menjabat.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada ibu korban yang telah bersuara terkait kasus kematian Sartu Bayu.

# Baca Juga :VIRAL Oknum TNI Bercelana Loreng Bertelanjang Dada Pukul Remaja dan Menantang Duel Warga Maluku, Ini Kata Kapendam

# Baca Juga :Dipicu Masalah Sepele, Wartawan Kompas TV Jadi Korban Penganiayaan Oknum TNI AD di Jayapura, Kapendam Langsung Bertindak

# Baca Juga :Rachel Vennya Lolos dari Karantina Setelah dari Luar Negeri, Diduga Ada Keterlibatan Oknum TNI

# Baca Juga :VIRAL Video 2 Oknum Polisi Baku Hantam dengan Oknum Anggota TNI di Ambon, Sempat Diteriaki Warga

“Saya enam bulan di sini (jadi panglima), saya tidak dengar, padahal saya mengawal hampir setiap minggu seluruh proses hukum yang berlangsung. Kebetulan insiden itu terjadi sebelum saya masuk,” kata Andika kepada wartawan, Senin (6/6).

Andika menjelaskan peristiwa itu terjadi pada November 2021 silam. Ada dua perwira yang diduga jadi pelaku. Ia menyampaikan polisi militer sudah cukup baik melaksanakan tugasnya terkait kasus itu.

Berkas perkara pun dilimpahkan ke Oditurat Militer Jayapura pada 13 Desember 2021. Kemudian berkas tersebut dilimpahkan ke Oditurat Militer Jakarta pada 25 Mei 2022.

“Jadi ini yang sedang saya telusuri. Saya sudah perintahkan oditur jenderal sebagai atasan dari oditur militer dan saya sebagai atasan oditur jenderal, selidiki apa yang terjadi, karena saya ingin tahu apa yang terjadi,” katanya.

“Kalau saya sinyalir ada bukti cukup kuat adanya kesengajaan melambat-lambatkan atau bahkan tidak membuka secara terang, maka saya berikan konsekuensi,” ucapnya menambahkan.

Jenderal bintang empat itu mengaku akan mengawal proses hukum kasus tersebut. Ia berjanji akan memecat pelaku yang terlibat dalam kasus kematian Sertu Bayu.

“Itu pokoknya proses hukum, apalagi sampai menyebabkan tewas ini, ini saya akan melakukan semaksimal mungkin dengan tambahan selain tindak pidana, ada tambahan pemecatan,” katanya.

Muka Lebam, Hidung Patah

Sementara itu, ibu Sertu Bayu, Sri Rejeki mencari keadilan atas kematian sang anak ketika berdinas di Papua. Ia meminta Jenderal Andika Perkasa mendorong kasus anaknya tersebut bisa segera disidangkan dan diputuskan seadil-adilnya.

“Para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya. Kalau bisa ya ini dipecat, karena sudah bisa merusak tatanan TNI dan juga membahayakan masyarakat sipil karena orang seperti ini kejam ya,” kata Sri dikutip dari Antara, Kamis (9/6/2022).