BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan sangat serius menjalankan dan merealisasikan program home care.
Program home care ini ditujukan kepada warga yang lanjut usia (Lansia) dan penyandang disabilitas yang ada di Kota Banjarbaru.
Program ini kembali dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesejahteraan Sosial Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Banjarbaru, serta Sosialisasi Pelayanan Home Care Bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas Kota Banjarbaru, bertempat di Aula Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rabu (8/6/2022).
# Baca Juga :SEMARAK Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Banjarbaru Komitmen Sukseskan Program Merdeka Sampah
# Baca Juga :Sandiaga Uno Temukan Produk Kriya Hasil Olahan Limbah di Banjarbaru Kalimantan Selatan
# Baca Juga :JADWAL Keberangkatan Jemaah Haji Kalteng, Mulai 17 Juni 2022 Masuk Asrama Haji Banjarbaru
# Baca Juga :Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin Lantik 7 Pejabat Eselon II, Eka Yuliesda jadi Kadis PUPR
Tercatat ratusan warga Kota Banjarbaru telah mendapat dan memanfaatkan program ini dengan layanan pendamping dan perawatan lanjut usia dan penyandang disabilitas dirumah atau lingkungan keluarga.
Dalam pelaksanaannya ada sebanyak 110 orang terbagi menjadi, 90 lansia dan 20 penyandang disabilitas telah mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Banjarbaru.
Pemko Banjarbaru memberikan bantuan berupa paket sembako setiap bulan dan makanan siap saji setiap hari, serta layanan kesehatan dengan mendatangi ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabiltas.
Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs. H. Said Abdullah, M.Si usai membuka sosialiasi tersebut mengatakan, terselenggaranya sosialisasi ini agar program unggulan Wali Kota Banjarbaru betul-betul tepat sasaran.
“Pelaksana Home Care ini ada yang di Dinkes, Rumah Sakit Idaman dan Dinsos yang mempunyai kapling masing-masing. InsyaAllah kalau semua program ini tepat sasaran dan berjalan lancar akan terjadi perubahan pelayanan yang signifikan dimasyarakat,” katanya.
Menyinggung permasalahan para tunanetra yang belum terjamah oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru menjelaskan bahwa para tunanetra ini sudah diberikan solusi dengan memberikan tempat dan fasilitas.
“Tapi diantara mereka memang tidak mau dengan program ini, mereka lebih enjoy diluar. Karena kalau ikut dalam program kami maka mereka salah satu syaratnya tidak ada lagi berminta-minta dijalan. Sedangkan mereka tidak mau untuk dihentikan berminta-minta,” ujar Said.










