Wabup Tala Kaget Masih Ada Siswa SD Belum Bisa Baca dan Menghafal Pancasila

PELAIHARI, kalimantanlive.com – Wakil Bupati Tala Abdi Rahman kerap blusukan ke sekolah-sekolah hingga di perkampungan yang jauh dari kota.

Hal ini ia lakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Tuntung Pandang.

Kalangan warga di daerah ini mengapresiasi langkah orang nomor dua di Tala tersebut yang cukup intens blusukan hingga ke pelosok.

“Lanjutkan Pak supaya benar-benar melihat langsung kondisi riil di lapangan,” ucap Wandi, warga Pelaihari, Kamis (9/6/2022).

Ia mengaku kerap menyimak video blusukan Wabup Tala ke berbagai tempat.

BACA JUGA: GEMPA Mamuju, 1.000 Warga Mengungsi, Kebutuhan Mendesak: Tenda, Tikar, Selimut dan MCK

Termasuk saat blusukan ke sejumlah sekolah di Tala.

“Saya lihat Pak Wabup sangat jeli mencermati kondisi dan langsung memberi arahan tegas. Itu sangat bagus, memang harus begitu agar jika ada yang keliru bisa langsung diperbaiki,” sebutnya.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Raden di Kecamatan Kurau, pekan silam, Wabup mendapati kenyataan yang membuatnya sangat sedih.

Rapat evaluasi pun digelar di ruang kerjanya, Senin kemarin.

Pada rapat tersebut Abdi mendengarkan penjelasan kepala sekolah, para guru dan perwakilan orangtua siswa SDN Raden.

Ini terkait temuan siswa setempat ada yang belum bisa membaca, belum hafal Pancasila dan lagu Indonesia Raya.

Abdi juga meminta penjelasan pengawas sekolah dan Disdikbud Tala.

Ia menegaskan sudah seharusnya seorang guru mengajar dan mendidik siswa di sekolah ibarat mendidik anak sendiri.

Dirinya meyakini guru yang baik dan berkualitas adalah yang mendidik siswa/murid seperti mendidik anak sendiri.

Karena itu guru harus all out menunaikan tugas agar siswa yang semula tidak bisa menjadi bisa.

“Bukan sekadar menggugurkan kewajiban mengajar di sekolah. Ulun (saya) seperti sekarang pun karena didikan para guru yang sudah seperti orang tua ulun,” sebut Abdi.

Sebagai sarjana pendidikan, dirinya mengatakan juga pernah menjadi guru.

Dirinya sangat sedih ketika menemukan ada anak SD yang masih belum menghafal Pancasila, lagu Indonesia Raya.

“Bahkan sudah kelas enam belum bisa membaca. Bayangkan kalau anak kita sendiri yang mengalami hal itu di sekolah, pasti muncul rasa bertanya-tanya bagaimana anak kita belajar di sekolah itu,” tandas Abdi.

BACA JUGA: Saat King Kobra 4 Meter Lepas dari Kotak Paket Jasa Pengiriman di Cirebon

Seusai mendengarkan penjelasan pihak-pihak terkait, Abdi meminta Disdikbud Tala segera mengetatkan pengawasan di sekolah-sekolah.

Ini penting agar masalah serupa dapat dicegah dan segera diselesaikan.

Abdi juga meminta para camat, kepala desa dan warga setempat untuk saling dukung dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan terarah bagi seluruh warga sekolah.

Dirinya memerintahkan Disdikbud segera membikin standar operasional prosedur (SOP) yang jelas untuk menertibkan sekolah agar lebih serius mendidik siswa.

Pihak kecamatan, kepala desa, dan warga juga harus terlibat.

“Komunikasi antarpihak terkait harus terjalin karena semua bertanggung jawab bagaimana sukses tidaknya pendidikan anak,” tandas Abdi.

Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id