JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Saat ini pemerintah memang menerapkan skema subsidi pada barang, sehingga ke depannya direncanakan akan mengubah menjadi skema subsidi pada orang atau sistem tertutup.
Hal ini untuk memastikan bahwa penyaluran BBM subsidi seperti Pertalite, tepat sasaran.
Badan Pengatur Hilir dan Gas Bumi atau BPH Migas bersama Pertamina tengah menggodok petunjuk teknis agar penyaluran Pertalite bisa tepat sasaran.
# Baca Juga :UPDATE Harga BBM Pertamina Juni 2022, dari Pertalite Rp 7.650 hingga V-Power Rp 18.500 Per Liter
# Baca Juga :Pembelian Pertalite dan Solar Bakal Tak Bisa Sembarangan Lagi, Harus via MyPertamina
# Baca Juga :Bawa Pertalite, Jupiter MX Terbakar Setelah Tabrakan dengan Vario di Sekumpul Martapura
# Baca Juga :Ekonom Sebut Pemerintah Bisa Saja Naikan Harga Pertalite, Elpiji 3 Kg hingga Tarif Listrik Jika Ini
Rencananya pembelian Pertalite akan memanfaatkan layanan digital MyPertamina.
Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan, dengan penggunaan MyPertamina maka pembelian akan terdata dan bisa dibatasi. Ia menjelaskan, nantinya para pelanggan akan diminta untuk mengisi data diri di aplikasi MyPertamina.
Kemudian data yang sudah masuk tersebut akan diverifikasi oleh pihak BPH Migas untuk memastikan bahwa pembeli Pertalite memang merupakan pelanggan yang berhak.
“Nanti (pembelian) dengan sistem digitalisasi MyPertamina akan efektif, jadi tidak bisa mengisi berulang,” ujar Saleh kepada Kompas.com, Rabu (1/6/2022) lalu.
Harga Pertalite Tak Naik
Berbeda dengan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax yang mengalami kenaikan harga di tengah kenaikan harga minyak mentah, Pertalite malah tidak mengalami kenaikan.
Harga Pertalite saat ini masih ditetapkan sebesar Rp 7.650 per liter pada hari ini, Kamis (9/6/2022).
Harga jual Pertalite tersebut berlaku di SPBU seluruh Indonesia.
Hal ini karena Pertalite telah ditetapkan menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), sehingga pemerintah bisa mengatur harga jual Pertalite. Adapun pemerintah memilih untuk menahan harga jual Pertalite pada tahun ini.
Sehingga memang harga jual Pertalite saat ini memiliki gap yang besar jika dibandingkan harga keekonomiannya yang mencapai Rp 12.556 per liter dengan asumsi harga minyak mentah di kisaran 100 dollar AS per barrel.
Dalam upaya menahan harga jual Pertalite, pemerintah pun menambah anggaran kompensasi energi khusus untuk Pertalite sebesar Rp 114,7 triliun. Semula pemerintah tidak menyiapkan dana kompensasi untuk Pertalite di tahun ini.
Adapun pemerintah telah menetapkan kuota Pertalite pada tahun ini sebanyak 23,04 juta kiloliter (KL). Hingga 31 Mei 2022, penyaluran Pertalite sudah mencapai 11,69 juta KL atau setara 50,74 persen dari kuota yanng ditetapkan.










