Kabid Humas Polda Kalsel : Peran Strategis Media Penting Agar Pemilu 2024 Berjalan Kondusif

BANJARMASIN, RILISKALIMANTAN.COM – Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifai SIK berharap media bisa ikut menyukseskan Pemilu 2024 atau even pesta demokrasi lima tahunan yang tahapannya dimulai dalam waktu dekat ini.

Hal itu disampaikannya saat menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Focus Group Discussion “Optimalisasi Peran Media dalam menyukseskan Pemilu dan Pilkada tahun 2024 yang aman dan kondusif di Provinsi Kalsel” yang digelar Polda Kalsel bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalsel dan KPID Kalsel, Kamis (9/6/2022) di Hotel Summer Banjarmasin.

BACA JUGA: BREAKING NEWS HARI Ini Jokowi Lantik KPU-Bawaslu 2022-2027, Dana Pilkada 2024 Rp110,4 Triliun

“Kami berharap media bisa ambil bagian ikut menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024 yang tahapannya akan segera dimulai. Karena selain memiliki peran strategis, tanpa didukung oleh media maka tentunya sulit bagi pemerintah untuk memastikan pesta demokrasi 5 tahunan ini berjalan aman dan kondusif di Kalsel,” tegasnya.

Menurut Rifai, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, media diharapkannya menyajikan pemberitaan yang jauh dari unsur hoax, berimbang dan terbaru untuk masyarakat.

FGD “Optimalisasi Peran Media dalam menyukseskan Pemilu dan Pilkada tahun 2024 yang aman dan kondusif di Provinsi Kalsel” digelar Polda Kalsel, JMSI dan KPID, Kamis (9/6/2022). (Kalimantanlive.com/eep)

“Dengan begitu masyarakat tentunya tidak terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang sifatnya negatif. Karena jika Pemilu dan Pilkada tidak berjalan aman dan kondusif, maka bisa membuat kekacauan dan sulit serta perlu waktu lama untuk memperbaikinya nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) Kalsel Azhari Fadli juga mengingatkan media agar tidak hanya fokus melakukan pemberitaan terhadap calon kepala daerah atau legislatifnya saja.

Namun juga harus diimbangi dengan upaya pemberitaan yang dapat memotivasi atau pun mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

Baginya hal ini penting mengingat rendahnya partisipasi pemilih masih menjadi momok bagi setiap perhelatan even pemilu di Indonesia, termasuk Kalsel.

“Pemberitaan calonnya kita harapkan berimbang, lalu juga dibarengi dengan pemberitaan yang bisa memotivasi masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara jujur dan adil. Jika ini bisa dilakukan secara konsisten maka saya optimistis pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kualitas yang mumpuni,” timpalnya.