JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Partai Buruh bersama sejumlah elemen buruh lainnya berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2022).
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan bahwa aksi unjuk rasa pada 15 Juni 2022 itu akan digelar serempak di sejumlah wilayah Tanah Air.
Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan belum ada rekayasa lalu lintas yang diterapkan pada Rabu (15/6/2022) di sejumlah ruas jalan kawasan Gedung DPR/MPR.
# Baca Juga :Massa Buruh di Kalsel Bakal Demo di DPRD Kalsel dan BPJS Ketenagakerjaan, Minta Permenaker
# Baca Juga :Ancam Demo 21 Oktober, Buruh Desak Pemerintah Cabut Kepmenaker 104, FSBPI: Melanggar Hak Asasi!
# Baca Juga :Kerahkan 1.000 Mahasiswa, BEM SI Demo Istana pada 11 April 2022, Tagih Jawaban Jokowi soal Presiden 3 Periode
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, menjelaskan, rekayasa lalu lintas di depan kompleks parlemen yang menjadi titik aksi demonstrasi para elemen buruh pada Rabu hari ini bersifat situasional.
“Untuk rekayasa lalu lintas bersifat situasional,” ujar Sambodo kepada Kompas.com, Rabu (15/6/2022).
Menurut Sambodo, rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan atau menutup ruas jalan di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI menunggu perkembangan jumlah massa yang mengikuti demonstrasi.
“Jadi untuk penerapannya tergantung jumlah massanya,” kata Sambodo.
Meski begitu, Sambodo menyebut bahwa Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiagakan 120 personel kepolisian untuk mengamankan sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar kompleks parlemen.
Diberitakan sebelumnya, Partai Buruh bersama sejumlah elemen buruh lainnya berencana untuk menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2022).
Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Metro Jaya Kombes Hirbakh Wahyu Setiawan membenarkan perihal rencana aksi demonstrasi di depan kompleks parlemen itu.
Pihak kepolisian sudah menerima surat pemberitahuan dari Partai Buruh terkait kegiatan unjuk rasa tersebut.
“Untuk surat pemberitahuan sudah diterima,” ujar Hirbakh Wsaat dikonfirmasi, Selasa (14/6/2022).
Dalam pemberitahuannya, aksi unjuk rasa itu hanya akan dihadiri oleh massa dari elemen buruh. Terdapat sedikitnya 6.000 peserta yang mengikuti demo tersebut.







