kalimantanlive.com – Omicron BA.4 dan BA.5 berpotensi menyebabkan lonjakan infeksi selama musim panas, ketika anak-anak kembali ke sekolah dan booster kedua warga Amerika Serikat mungkin telah hilang.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC Amerika Serikat melaporkan Omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan membentuk sekitar 8,3 persen dan 13,3 persen dari varian virus corona di Amerika Serikat pada 11 Juni 2022.
Angka yang cenderung meningkat diperkirakan akan mengakibatkan lonjakan kasus COVID-19 di negeri Paman Sam.
“Saya sangat prihatin,” kata Dr. Gregory Poland, kepala kelompok penelitian vaksin Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, seperti dilansir Reuters, Rabu, 15 Juni 2022.
BACA JUGA: Saudi Bolehkan Warganya Lepas Masker di Ruang Tertutup Setelah Cabut Pembatasan Covid-19
Dia menambahkan, data dari Afrika Selatan menunjukkan subvarian ini lebih bisa menghindari kekebalan yang diberikan melalui vaksin dan infeksi sebelumnya.
Vaksin atau infeksi dapat memberikan manfaat terhadap kematian atau penyakit parah.
Poland mengatakan,
Seperti diperkirakan CDC, BA.4 mencapai setidaknya 5,4 persen dari varian di Amerika Serikat untuk minggu tanggal 5 Juni.
Sementara BA.5 menyentuh 7,7 persen dari varian.
Rata-rata pergerakan tujuh hari dari kasus COVID-19 di Amerika Serikat bisa mencapai 105.615 pada 11 Juni, naik 6,7 persen dari minggu sebelumnya.
Dua subgaris keturunan corona itu telah ditambahkan ke daftar pemantauan Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada Maret 2022.
Omicron BA.4 dan BA.5 juga telah ditetapkan sebagai varian yang menjadi perhatian di Eropa.
Badan pencegahan penyakit Uni Eropa mengatakan pada Senin, 13 Juni 2022, bahwa Omicron BA.4 dan BA5 menyebar lebih cepat daripada varian lain.
Penyebaran yang sudah dominan tersebut diprediksi dapat menyebabkan meningkatkan angka rawat inap dan kematian.
Editor: M Khaitami
Sumber: Tempo.co.id









